Balita Hanyut di Sidimpuan Dengan Kondisi Kritis Butuh Uluran Tangan

Daerah, News, Warta665 Dilihat

Diketahui kronologi kejadian bocah tiga tahun itu hanyut di drainase di Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua.

Peristiwa itu berawal saat Ikrar Ajaki bersama ayahnya di depan Uli Motor, Kelurahan Batu Nadua Jae memperbaiki angkot yang sedang mengalami kerusakan.

“Saat itu saya betuli ban mobil, dan anak saya itu masih bilang ini kunci ayah. Saat saya betuli mobil, berselang dua menit anak saya ngak saya liat. Dan saya cari-cari. Baru warga ada yang bilang ada anak tenggelam dan hanyut di paret. Disitulah saya berlari dan ternyata itu anak saya” ungkapnya.

Tidak lama, korban ditemukan sejauh 700 meter dari lokasi hanyut di saluran drainase di depan Dinas Perikanan Tapsel. Dan dengan rasa panik bersama warga langsung membawa ke Rumah Sakit Metta Medika Padangsidimpuan.

“Itulah bang, sebentar saja aku balik badan. Tiba-tiba anakku jatuh ngak ada yang tau. Ngak tau lagi bang musibah yang menimpaku ini” ujarnya.

Kini dirinya masih berupaya untuk meminjam uang biaya berobat anaknya. Sementara biaya pengobatan perharinya berkisar Rp1,3 Juta. Sementara kondisi Ikrar Ajaki masih keadaan koma atau tidak sadarkan diri.

“Ngak baisa lagi aku bang berkata apa lagi, anak saya masih begini,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *