Cipayung Plus Sumatera Utara Gelar Aksi Bubarkan DPR, Capai Kericuhan dan Korban

Mahasiswa, News2562 Dilihat

Medan – Sekertaris Umum Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Medan, Navish Sagala soroti tindakan represif aparat kepolisian terhadap aliansi mahasiswa.

Navish mengatakan arogansi aparat memuncak pada saat adzan ashar berkumandang, padahal kelompok mahasiswa sudah bertindak kooperatif. Artinya aparat kepolisian memanfaatkan momen pada saat mahasiswa redam dan khidmat mendengar adzan cetusnya, Rabu (27/8/2025).

Dirinya menilai pihak aparat tidak mempertimbangkan sikap mahasiswa yang menginginkan ketua DPRD Sumut untuk turun menyambut aspirasi yang disampaikan oleh aliansi mahasiswa tersebut.

Navish juga menjelaskan soal korban akibat tindakan represif aparat kepolisian mulai dari pemukulan wajah hingga bocor kepala khususnya pada kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sumatera Utara.

Tapi syukur kelompok mahasiswa dapat membendung dan mengamankan diri sehingga tidak banyak yang menjadi korban. Namun, mereka mengecam akan kembali dengan jumlah massa ganda dan menggunakan strategi serta alat yang sama dengan aparat kepolisian.

“ini membuktikan bahwasannya pihak polisi tidak hadir bersama rakyat(mahasiswa) melainkan hadir sebagai pembasmi masyarakat”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *