Menu

Mode Gelap
Kasus Pembakaran Rumah Sempurna Pasaribu di Tanah Karo: Polda Sumut Tambah Tersangka Baru Polri Gunakan Teknologi Canggih untuk Seleksi Akpol 2024 Terungkap! Identitas dan Peran 2 Eksekutor dalam Pembakaran Rumah Sempurna Pasaribu Rektor UM Tapsel Kukuhkan 146 Guru Profesional, Kepala LLDIKTI Wilayah I: Jangan Berbisnis Apapun Di Sekolah Kejahatan Siber Merebak: Pembelajaran Preventif Masyarakat Kunjungan Mahasiswa MBS UIN Syahada Sidimpuan ke UMKM: Memahami Proses Bisnis dan Pemasaran Digital

Opini

Pendidikan Agama Islam diera Milenial

badge-check


					Pendidikan Agama Islam diera Milenial Perbesar

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat yang  berdampak besar pada kehidupan dimasa sekarang dan masa mendatang.

Kemajuan tersebut sangat berpengaruhdalam segala lini kehidupan terutama pada bidang  pendidikan, semua dengan mudah mengakses informasi melalui gadget yang biasanya dibawa kemana mana. Semua itu menjadi kode keras bahwasanya tugas para pendidik akan lebih berat, terutama guru pendidikan agama islam dan guru pendidikan kewarganegaraan.

Mengapa demikian?

Karena seorang guru dituntut menjadi fasilitator dan harus dapat memberikan suri tauladan yang baik untuk para peserta didiknya.

Seperti pepatah, guru itu ’’digugu dan ditiru’’ yang artinya guru itu sebagai sebuah contoh baik yang harus dicontoh oleh para peserta didik.

Guru merupakan pengganti orang tua kita ketika di sekolah . Maka dari itu, guru harus bisa memberikan contoh kepada peserta didiknya agar perbuatan mereka tidak menyimpang terutama pada ajaran islam.

Ajaran agama islam terkadang masih dipandang sebelah mata oleh kaum milenial, mereka beranggapan bahwa” agama tidak begitu penting yang penting itu mereka bisa tetap eksis didunia mereka itu dan mereka bisa menikmati kesenangannya”.

Karena mereka belum mengetahui begitu banyaknya hal negatif dari kemajuan teknologi saat ini, memang ada hal positif namun jika tidak digunakan dengan sebaik baiknya akan menimbulkan hal negatif pula, seperti informasi palsu atau sering disebut dengan hoax.

Jika generasi milenial jika tidak bisa menelaah informasi-informasi seperti itu akan menimbulkan akibat yang fatal bagi mereka, akan terjadi tindak kejahatan seperti penculikan, penipuan dan masih banyak lagi kejahatan di luar sana dan mereka bisa terjerumus pada hal tersebut.

Oleh sebab itu, generasi milenial sangat membutuhkan pendidikan terutama pendidikan agama islam untuk meminimalisir akan terjadinya penyimpangan terhadap ajaran agama islam dan kejahatan dari jejaring sosial tersebut.

Selain pendidikan yang mereka butuhkan, peranan orang tua juga sangat dibutuhkan untuk membentuk karakter diri terutama pada bidang keagaamaan agar anak anak mereka bisa menelaah segala pengaruh yang datang silih bergantinya zaman.

Sebagaimana sila pertama dalam pancasila yakni’’ Ketuhanan yang Maha Esa’’ dari sinilah jiwa religius sebagai manifestasinya.

Dalam konteks islam jiwa religius bisa disebut dengan ketaqwaan yaitu melaksanakan segala perintah dari Allah SWT dan menjauhi segala larangan dari Allah SWT.

Semua yang kita ketahui itu berasal dari lingkungan keluarga,  jika orang tua atau saudara lain  dalam keluarga tidak dapat memberikan contoh yang baik pada anaknya itu akan berdampak buruk  pada lingkungan selanjutnya yang akan ditemui anaknya tersebut.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa pendidikan itu sangat penting terutama pendidikan agama islam agar kita sebagai generasi milenial tidak salah mengambil jalan  untuk melangkah kedepan dan menjadi orang yang hebat dimasa yang akan mendatang.

Penggunaan gadget memang perlu namun juga harus mengerti kapan, dimana, bagaimana menggunakan alat tersebut dan berdampak sebesar apa dari penggunaannya agar kita tidak menyesal dikemudian hari.

Agar terbentuknya generasi milenial yang berintelektual dan berakhlak mulia itu sangat perlu di negara Indonesia tercinta ini.

Oleh: Mila Mutiara

Print Friendly, PDF & Email

Baca Lainnya

Kejahatan Siber Merebak: Pembelajaran Preventif Masyarakat

29 Juni 2024 - 22:56 WIB

Perlindungan Konsumen Terhadap Pembulatan Harga di Swalayan

27 Mei 2024 - 08:13 WIB

Muhammad Fachrul Hudallah (Ketua Gerakan Peduli Konsumen)

Kisah Inspiratif, Dr. JWS Rizki Jadi Sorotan Penutupan Rakernas DWP Kemenag RI sebagai MC yang Memukau

9 Februari 2024 - 19:16 WIB

Dr. Juni Wati Sri Rizki, S.Sos., M.A

Karakter Menjadi Puncak Akhir Pendidikan

3 Februari 2024 - 20:44 WIB

Karakter Menjadi Puncak Akhir Pendidikan

2 Februari 2024 - 17:21 WIB

Trending di News