Sebagai seorang pustakawan, saya memandang bahwa teknologi AI bukan sebagai masalah bagi perkembangan perpustakaan. Teknologi AI tidak bisa bersaing dengan perpustakaan dalam hal memberikan akses langsung kepada pengguna terhadap koleksi fisik buku, majalah, dan sumber daya lainnya. Namun, teknologi AI dapat membantu pengguna perpustakaan dengan memberikan akses langsung dan cepat terhadap sumber daya digital seperti artikel jurnal, buku elektronik, dan database online.

Sementara itu, perpustakaan masih menjadi tempat penting untuk akses ke sumber daya fisik, serta memberikan ruang studi dan tempat bekerja bagi pengguna yang memerlukan tempat yang tenang dan terorganisir.
Perpustakaan dan teknologi AI memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Keduanya dapat berfungsi dengan baik dalam membantu pengguna untuk memperoleh informasi yang mereka butuhkan. Oleh karena itu, bisa dikatakan bahwa teknologi AI dan perpustakaan keduanya memiliki peran dan fungsi yang berbeda dan dapat saling melengkapi untuk memenuhi kebutuhan pengguna dalam mengakses informasi.
Kemajuan teknologi jangan dipandang sebagai lawan yang akan menenggelamkan eksistensi perpustakaan. Sebaliknya, semua pengelola perpustakaan harus memiliki pemahaman bahwa teknologi harus dimanfaatkan dalam meningkatkan layanan di perpustakaan.
Adopsi teknologi pada perpustakaan akan menjadikan perpustakaan tetap relevan bagi masyarakat. Perpustakaan akan terus bertahan apabila dilakukan perubahan meliputi perubahan layanan, perubahan fasilitas, perubahan resource dan perubahan-perubahan lain sesuai dengan kebutuhan pemustaka. Transformasi harus dilakukan “the show must go on” perpustakaan harus berubah atau perpustakaan akan mati ditelan bumi “change or perish“.
Pentingnya Merubah Paradigma Kita Terhadap Perpustakaan
Ada banyak paradigma yang salah tentang perpustakaan. Pertama, perpustakaan masih sering dianggap sebagai tempat yang membosankan dan kuno. Paradigma ini masih sering muncul karena kurangnya pemahaman tentang fungsi dan manfaat perpustakaan yang sebenarnya. Selain itu, paradigma ini juga muncul akibat lambannya transformasi dan inovasi layanan yang diberikan oleh perpustakaan. Padahal, perpustakaan saat ini telah mengalami banyak perubahan dan bertransformasi menjadi tempat yang menarik, modern, dan beragam koleksi yang memenuhi kebutuhan pembaca dari berbagai kalangan.
Kedua, perpustakaan hanya untuk siswa atau mahasiswa. Paradigma ini juga keliru karena perpustakaan terbuka untuk umum dan semua orang dapat mengaksesnya. Perpustakaan dapat menjadi tempat untuk mengembangkan pengetahuan dan hobi, serta menikmati berbagai koleksi buku dan media lainnya.






