Diikuti Tiga Negara, Febi Uin Syahada Sidimpuan Sukses Gelar Konferensi Internasional

Daerah, News1380 Dilihat

Padangsidimpuan – Perkembangan ekonomi Islam semakin mengambil tempat dihati Masyarakat khususnya para akademisi dan  praktisi ekonomi syariah. Sebagai tindak nyata dari kepedulian terhadap perekonomian yang berasaskan syariat Islam, UIN Syahada Padangsidimpuan gelar acara Seminar Internasional, Selasa (15/08/23).

Acara yang diprakarsai oleh FEBI UIN SYAHADA selaku panitia diadakan di Ruang Aditorium UIN Syahada Padangsidimpuan dihadiri dari tiga negara yaitu Indonesia sebagai tuan rumah, negara serumpun Malaysia, dan juga Inggris.

Ini merupakan kali keempat diadakannya ICONICSOF, FEBI UIN SYAHADA mengundang beberapa professor dari berbagai universitas ternama sebagai pembicara dalam seminar ini.

Acara dibuka oleh Dr. Darwis Harahap selaku Dekan FEBI UIN SYAHADA PADANGSIDIMPUAN, yang dilanjutkan dengan kata sambutan oleh Rektor UIN SYAHADA diwakili Dr. Ikhwanuddin Harahap.

Sustainable Islamic Economics atau Perekonomian Syariah Berkelanjutan di Era Digital menjadi topik hangat yang diperbincangkan dalam konferensi kali ini. Sebagai salah satu dari pembicara utama,Prof  Dato’ Azmi Omar selaku President & CEO INCEIF Malaysia menyampaikan, “Bahwa konsep ekonomi kapitalisme hanya membawa dampak perekonomian yang kurang sehat dimana pihak yang kaya akan semakin kaya dan yang miskin menjadi semakin miskin pula. Perekonomian model ini juga membawa kerusakan lingkungan dan perubahan iklim yang buruk. Pergeseran paradigma dimana Masyarakat lebih mengedepankan kegiatan perekonomian yang lebih memedulikan lingkungan, sosial dan juga tata Kelola (ESG) yang berkelanjutan,” ujarnya.

Turut hadir sebagai pembicara utama kedua adalah Yuda Rizkianto Agoes yang merupakan Kepala Unit Data Statistik dan Kehumasan KPw BI Sibolga. Ia menyampaikan materi tentang kebijakan Bank Sentral dalam mendukung industry halal.

“Industri halal merupakan bagian utama dari ekosistem ekonomi syariah di Indonesia, dan memiliki peran penting sebagai tulang punggung dari sisi penawaran (supply side) ekonomi yang didukung oleh sektor keuangan (komersial, sosial, dan integrasinya) dan elemen pendukung lainnya (pelaku usaha, masyarakat, dll). Pengembangan industri halal akan meningkatkan pasokan produk halal yang merupakan permintaan utama barang & jasa di negara-negara dengan penduduk mayoritas muslim, terutama negara permintaan barang & jasa di sektor-sektor utama rantai nilai halal baik pertanian, makanan halal, fesyen muslim, dan pariwisata ramah muslim,” terangnya.

Yuda juga menambahkan, “Meningkatkan pasokan produk halal untuk memenuhi kebutuhan domestik dan global akan mendukung peran bank sentral dalam mengendalikan inflasi dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, sehingga berkontribusi pada stabilitas ekonomi nasional. Memperkuat ekosistem industri halal dengan memprioritaskan  pengembangan rantai nilai halal yang diakselerasi  melalui digitalisasi dan sistem jaminan halal. Meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, khususnya pelaku yang tangguh, tersertifikasi dan terstandarisasi. Mendorong kontribusi keuangan syariah, termasuk keuangan  keuangan sosial syariah sebagai sumber pembiayaan yang terjangkau dengan harga produk yang kompetitif. Memperkuat branding dan kesadaran halal. mMengembangkan pusat ekspor halal yang didukung oleh agregator yang kuat, sumber bahan baku dan pasar yang stabil,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *