Menu

Mode Gelap
Kasus Pembakaran Rumah Sempurna Pasaribu di Tanah Karo: Polda Sumut Tambah Tersangka Baru Polri Gunakan Teknologi Canggih untuk Seleksi Akpol 2024 Terungkap! Identitas dan Peran 2 Eksekutor dalam Pembakaran Rumah Sempurna Pasaribu Rektor UM Tapsel Kukuhkan 146 Guru Profesional, Kepala LLDIKTI Wilayah I: Jangan Berbisnis Apapun Di Sekolah Kejahatan Siber Merebak: Pembelajaran Preventif Masyarakat Kunjungan Mahasiswa MBS UIN Syahada Sidimpuan ke UMKM: Memahami Proses Bisnis dan Pemasaran Digital

Artikel

Membingkai Nilai Profetik Dalam Gerak Ikatan

badge-check


					Membingkai Nilai Profetik Dalam Gerak Ikatan Perbesar

Profetik berasal dari bahasa Inggris yaitu “Propeth” yang berarti nabi, makna dari profetik adalah mempunyai sifat atau ciri seperti nabi.

Di Indonesia profetik ini sering dikaitkan dengan Ilmu sosial profetik dan ilmu ini di gagas oleh Prof.DR.Kuntowijoyo.

Namun dalam jagad pemikiran islam konsep profetik ini telah terlebih dahulu di gagas oleh Muhammad Iqbal salah seorang seniman dan tokoh pemikir Islam dari Pakistan.

Konsep Profetik Muhammad Iqbal berawal dari kisah isra’ dan mi’rajnya nabi Muhammad SAW.

Diilustrisakan oleh Muhammad Iqbal jika nabi itu seorang mistikus, maka tentu ia tidak akan pernah mau turun kembali kebumi karena telah merasa tentram dengan Tuhannya.

Ilmu sosial Profetik ini di landaskan pada Al-quran Surah Ali-imran ayat 110 yang berbunyi :

كُنتُمۡ خَيۡرَ أُمَّةٍ أُخۡرِجَتۡ لِلنَّاسِ تَأۡمُرُونَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَتَنۡهَوۡنَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ وَتُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِۗ وَلَوۡ ءَامَنَ أَهۡلُ ٱلۡكِتَٰبِ لَكَانَ خَيۡرٗا لَّهُمۚ مِّنۡهُمُ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ وَأَكۡثَرُهُمُ ٱلۡفَٰسِقُونَ ١١٠

Artinya :
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma´ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.”

Dari ayat di atas Kuntowijoyo membagi ilmu sosial profetik menjadi tiga konsep yaitu :

Ta’muruna bil ma’ruf atau menyeru kepada yg ma’ruf (Humanisasi) artinya bahwa manusia diharapkan dapat memanusiakan manusia.

Konteks ini adalah menyeru manusia kepada kebaikan tidak hanya pada konteks individu namun konteksnya lebih luas dengan melakukan kebaikan kepada sesamanya.

Konteks ta’muruna bil ma’ruf ini harus ditransformasikan melalui sosial budaya yang ditafsirkan dengan emansipasi manusia kepada fitrahnya.

Print Friendly, PDF & Email

Baca Lainnya

Food Estate dan Kesejahteraan Masyarakat

30 Mei 2024 - 13:51 WIB

Husni Mubarak Mahasiswa Program Doktoral Ilmu Ekonomi USU/ Penulis/ Ist

Kunjungan Kapolres Madina ke Pantai Batu Ruso Tabuyung: Dorong Peningkatan Pelayanan Wisata

14 April 2024 - 21:00 WIB

Empowerment IMMawati: Meningkatkan Kapasitas dan Pengaruh Untuk Kesetaraan Gender

1 April 2024 - 22:01 WIB

Karakter Menjadi Puncak Akhir Pendidikan

3 Februari 2024 - 20:44 WIB

Kontroversi Boikot Produk Menjadi Konflik Nasional

21 November 2023 - 13:43 WIB

Trending di Artikel