Menu

Mode Gelap
Kasus Pembakaran Rumah Sempurna Pasaribu di Tanah Karo: Polda Sumut Tambah Tersangka Baru Polri Gunakan Teknologi Canggih untuk Seleksi Akpol 2024 Terungkap! Identitas dan Peran 2 Eksekutor dalam Pembakaran Rumah Sempurna Pasaribu Rektor UM Tapsel Kukuhkan 146 Guru Profesional, Kepala LLDIKTI Wilayah I: Jangan Berbisnis Apapun Di Sekolah Kejahatan Siber Merebak: Pembelajaran Preventif Masyarakat Kunjungan Mahasiswa MBS UIN Syahada Sidimpuan ke UMKM: Memahami Proses Bisnis dan Pemasaran Digital

Artikel

Tamat SMA. “Untuk Apa Kuliah !”

badge-check


					Tamat SMA. “Untuk Apa Kuliah !” Perbesar

Masa kelulusan SMA telah usai dan euforia kelulusan telah selesai, setelahnya kembali mencari jati diri antara melanjutkan kuliah atau bekerja.

Banyak siswa yang memilih melanjutkan ke jenjang perkuliahan dan tak sedikit juga yang mengakhiri masa pendidikannya dengan cara bekerja atau menjadi pengangguran.

Persaingan semakin ketat dan gengsi antar orang tua dan siswa semakin tinggi tentang diuniversitas mana anaknya berkuliah.

Universitas-universitas hanya memilih calon mahasiswa yang cerdas dan mampu untuk menjadi mahasiswanya, mirisnya lagi untuk mendapatkan bangku di Universitas tak sedikit yang melakukan tindakan korupsi kolusi dan nepotisme (KKN).

Seiring berkembangnya zaman jika kita telaah di abad 21 ini, perkuliahan yang dilakukan di ruang kelas sudah tidak relevan lagi, karena kuliah sudah tidak menjamin kesuksesan seseorang.

Adaa beberapa hal yang menjadi tidak relevannya perkuliahan dizaman ini:

Pertama, materi yang diajarkan diruang perkuliahan sudah ada di interenet. Dengan berkembangnya tekhnologi, materi-materi yang di ajarkan diperkuliahan mudah diakses melalui internet bahkan lebih kongkrit dengan apa yang di ajarkan oleh dosen di ruang kelas.

Kedua, angka pengangguran yang semakin tinggi. Banyaknya lulusan sekolah dan sarjana setiap tahunnya tak seimbang dengan lapangan kerja yang disediakan oleh pemeritah yang menjadikan semakin ketatnya persaingan untuk mendapatkan bangku pekerjaan.

Ketiga, banyak materi kuliah yang tidak relevan dengan kehidupan nyata. Pada hakikatnya pelajaran yang diberikan di bangku perkuliahan hanya sedikit yang relevan dengan kehidupan nyata karena masih banyak menggunakan teori-teori lama dan kurang mentranformasikan teori-teori baru yang lebih relevan.

Hal-hal di atas menjadi faktor besar tidak relevannya perkuliahan di zaman yang canggih ini. Namun hal diatas hanya terjadi bagi sebagian mahasiswa dari banyaknya mahasiswa yang telah lulus dalam perkuliahannya, Perkuliahan sangat relevan ketika kita dapat memaknai apa esensi dari perkuliahan tersebut.

Ada beberapa hal yang mengharuskan kita untuk kuliah

Baca Lainnya

Melek Keuangan: Fondasi Kesejahteraan dan Stabilitas Finansial di Era Modern

24 September 2024 - 18:00 WIB

Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Pendirian Koperasi Syariah di Pasar Sigalangan, Tapsel Oleh Nofinawati, M.A Dr. Sarmiana Batubara, M.A dan Adnan Murroh. M.A.

23 Agustus 2024 - 08:54 WIB

Food Estate dan Kesejahteraan Masyarakat

30 Mei 2024 - 13:51 WIB

Husni Mubarak Mahasiswa Program Doktoral Ilmu Ekonomi USU/ Penulis/ Ist

Kunjungan Kapolres Madina ke Pantai Batu Ruso Tabuyung: Dorong Peningkatan Pelayanan Wisata

14 April 2024 - 21:00 WIB

Empowerment IMMawati: Meningkatkan Kapasitas dan Pengaruh Untuk Kesetaraan Gender

1 April 2024 - 22:01 WIB

Trending di Artikel