Menu

Mode Gelap
Kasus Pembakaran Rumah Sempurna Pasaribu di Tanah Karo: Polda Sumut Tambah Tersangka Baru Polri Gunakan Teknologi Canggih untuk Seleksi Akpol 2024 Terungkap! Identitas dan Peran 2 Eksekutor dalam Pembakaran Rumah Sempurna Pasaribu Rektor UM Tapsel Kukuhkan 146 Guru Profesional, Kepala LLDIKTI Wilayah I: Jangan Berbisnis Apapun Di Sekolah Kejahatan Siber Merebak: Pembelajaran Preventif Masyarakat Kunjungan Mahasiswa MBS UIN Syahada Sidimpuan ke UMKM: Memahami Proses Bisnis dan Pemasaran Digital

Artikel

Darah Belangkas Bernilai 800an Juta Untuk Vaksin Covid-19

badge-check


					Foto Penggunaan darah Kepiting Tapal Kuda Perbesar

Foto Penggunaan darah Kepiting Tapal Kuda

Saat ini vaksin Covid-19 sedang sangat dibutuhkan di seluruh penjuru dunia. Termasuk darah kepiting tapal kuda yang dipakai sebagai salah satu bahan pembuat vaksin Covid-19.

Apalagi saat ini harganya melonjak mencapai 844 Juta pergalon yang dilansir Red Chili (11/11).

Kepiting ini termasuk salah satu spesies purba yang sudah ada 450 juta tahun lalu.

Bukan tanpa alasan harga darah kepiting ini sangat mahal, menurut penelitian darah ini mengandung zat pembekuan khusus yang disebut Limulus Amebocyte Lysate (LAL).

Untuk saat ini LAL memainkan peran penting dalam menentukan apakah vaksin atau alat medis beru aman dari kontaminasi.

Untuk di Indonesia sendiri kepiting ini dikenal sebagai Belangkas atau mimi. Sejak dulu darah kepiting ini sering digunakan untuk keperluan medis.

Karena itu saat ini darah kapeting ini digunakan sebagai salah satu bahan pembuatan vaksin COVID-19.

Darah kepiting ini memiliki warna yang kebiruan yang berasal dari haemocyanin yang membawa oksigen ke dalam darah.

Digunakannya kepiting banyak organisasi pencinta hewan yang kontra dengan penggunaan darah kepiting ini sebagai bahan vaksin Covid-19.

Saat ini jumlah Kepiting tapal kuda ini mengalami penurunan. Bukan hanya diburu untuk darahnya saja tetapi sajian daging dan telur kepiting ini sring dianggap sebagai makanan eksotik.

Saat ini mereka hanya berharap para peniliti bisa menemukan alternatif lain untuk bahan pembuatan vaksin COVID-19.

Print Friendly, PDF & Email

Baca Lainnya

Food Estate dan Kesejahteraan Masyarakat

30 Mei 2024 - 13:51 WIB

Husni Mubarak Mahasiswa Program Doktoral Ilmu Ekonomi USU/ Penulis/ Ist

Kunjungan Kapolres Madina ke Pantai Batu Ruso Tabuyung: Dorong Peningkatan Pelayanan Wisata

14 April 2024 - 21:00 WIB

Empowerment IMMawati: Meningkatkan Kapasitas dan Pengaruh Untuk Kesetaraan Gender

1 April 2024 - 22:01 WIB

Karakter Menjadi Puncak Akhir Pendidikan

3 Februari 2024 - 20:44 WIB

Kontroversi Boikot Produk Menjadi Konflik Nasional

21 November 2023 - 13:43 WIB

Trending di Artikel