ASAHAN-PC IMM Asahan menduga bupati Asahan melakukan tindakan gratifikasi kepada lembaga vertikal di kab. Asahan dalam bentuk bantuan hibah. Ungkap Anggi Ramuja Lubis kepada wartawan, rabu (13/06/2023).
PC IMM Asahan menduga adanya tindak gratifikasi yang dilakukan bupati asahan terhadap lembaga vertikal. Hal itu dikarenakan H. Surya Bsc yang menjadi bupati definitif Asahan di tahun 2019 hingga terpilih pada pilkada tahun 2020 sampai sekarang di tahun 2023.
“Kami Menduga adanya tindakan gratifikasi yang dilakukan oleh bupati Asahan terhadap lembaga vertikal dan kami telah mencatat hampir 20 miliar anggaran APBD yang di berikan pemerintah kepada lembaga vertikal dalam bentuk hibah yaitu polres Asahan, kodim 02/08, kejaksaan negri Asahan Pengadilan negri kisaran dengan nilai yang sangat fantastis, ujar Anggi.
Anggi Ramuja Selaku Ketua Umum PC IMM Asahan sangat menyayangkan kebijakan yang dilakukan bupati asahan, H. Surya Bsc, karena mereka menduga bupati asahan telah menghamburkan uang terhadap pembangunan yang tidak langsung berdampak kepada masyarakat kab. Asahan.
“Kami sangat menyayangkan kebijakan dari bupati asahan, H. Surya Bsc yang telah menghambur hamburkan uang masyarakat kepada pembangunan yang tidak langsung berdampak kepada masyarakat kab. Asahan. Harusnya bupati asahan lebih memprioritaskan anggaran APBD untuk kepentingan rakyat yang manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat”, lanjut Anggi
Oleh sebab itu, PC IMM Asahan menilai bupati Asahan takut kepada lembaga vertikal, hal itu dikarenakan banyaknya hibah yang diberikan kepada lembaga vertikal setiap tahunnya selama bupati Asahan menjabat dan juga banyaknya infrastruktur yang rusak serta pembangunan yang tak kunjung selesai.
“Kami menilai bupati asahan takut kepada lembaga vertikal, karena selama H. Surya Bsc menjabat sebagai bupati Asahan sangat banyak hibah yang diberikan kepada lembaga vertikal setiap tahunnya. Padahal jika kita melihat masih banyak infrastruktur di kab Asahan yang rusak dan pembangunan yang tak selesai bahkan mangkrak dan bahkan masih banyak fasilitas pendidikan dan kesehatan yang masih jauh dari kata layak. dalam kondisi seperti ini bupati Asahan malah lebih memprioritaskan anggaran puluhan milyar untuk kepentingan lembaga2 vertikal dalam bentuk bantuan hibah”, ujar Anggi
Tentu dengan ini patut kami duga bahwa bupati Asahan takut kepada Lembaga Vertikal di asahan dan patut kita duga bantuan hibah ini merupakan bentuk gratifikasi kepada lembaga lembaga vertikal di asahan untuk menutupi masalah-masalah yang ada di kab. Asahan
Maka kami PC IMM ASAHAN akan melaporkan dugaan tindakan gratifikasi ini beserta data data yang kami memiliki kepada KPK di Jakarta.










