Menu

Mode Gelap
Kasus Pembakaran Rumah Sempurna Pasaribu di Tanah Karo: Polda Sumut Tambah Tersangka Baru Polri Gunakan Teknologi Canggih untuk Seleksi Akpol 2024 Terungkap! Identitas dan Peran 2 Eksekutor dalam Pembakaran Rumah Sempurna Pasaribu Rektor UM Tapsel Kukuhkan 146 Guru Profesional, Kepala LLDIKTI Wilayah I: Jangan Berbisnis Apapun Di Sekolah Kejahatan Siber Merebak: Pembelajaran Preventif Masyarakat Kunjungan Mahasiswa MBS UIN Syahada Sidimpuan ke UMKM: Memahami Proses Bisnis dan Pemasaran Digital

Mahasiswa

Kisah Mengharukan Si Aktivis Sandal, Muhammad Kasim Arifin

badge-check


					Kasim si Aktivis Sandal yang KKN sampai Lupa daratan Perbesar

Kasim si Aktivis Sandal yang KKN sampai Lupa daratan

Dari pulau itu, dia telah pulang, dia yang telah lama hilang, Lima belas tahun lamanya. Di Waitimal Kasim mencetak harapan,

Di Kota kita mencetak keluhan, (aku jadi ingat diplonco Dua pulih dua tahun yang lalu ).

Dan kemarin di tepi kali celiwung aku berkaca kulihat mukaku yang keruh dan leherku yang berdasi, kuludahi banyanganku ketika aku mengingatmu Sim.

Kutipan puisi ini ditulis oleh Penyair Indonesia Terkemuka yang juga teman kuliah Muhammad Kasim Arifin si Aktivis sandal Jepit.

Pesona kesederhanaan Kasim Arifin ini berhasil mengoyak-ngoyak nurani Taufik Ismail.

Kasim pernah menghilang 15 tahun karena perasaannya yang melarut pada masyarakat Waitimal, Pulau Seram, Maluku.

Pada 1964, dia merupakan mahasiswa Fakultas Pertanian, IPB. Saat itu program KKN pun dijalaninya bersama mahasiswa IPB lainnya di Waitimal.

Saat ber KKN disana ia tampaknya sangat mendalami tugas pengabdiannya di Waitimal.

Dia terlibat jauh dalam pengambdiannya dengan mengajarkan petani setempat bagaimana untuk meningkatkan hasil tanaman dan ternak mereka.

Saat program KKN berakhir Kasim memilih untuk tinggal dan meneruskan pengabdiannya.

Kasim juga memabantu masyarakat desa disana dengan membuka jalan desa,mebangun sawah, membuat irigasi dan itu lakukannya tanpa pamrih tanpa bantuan dari pemerintah.

Sempat disapa sebagai Antua oleh warga setempat, Antua merupakan sebuah gelar yang dihormati di Maluku.

Print Friendly, PDF & Email

Baca Lainnya

Mahasiswa KKN MIT 18 UIN Walisongo Semarang Menggelar Jumat Bersih di Masjid Al-Huda Desa Ngampel Wetan

17 Juli 2024 - 21:37 WIB

Aksi Cipayung Plus Medan, Dion Hafidz : IMM Kota Medan Belum Ada Konfirmasi Keikutsertaan

17 Juli 2024 - 21:19 WIB

HMJ-EP UMSU Menorehkan Prestasi yang Membanggakan

11 Juli 2024 - 21:58 WIB

HMJ-EP UMSU Menorehkan Prestasi yang Membanggakan

Kunjungan Mahasiswa MBS UIN Syahada Sidimpuan ke UMKM: Memahami Proses Bisnis dan Pemasaran Digital

23 Juni 2024 - 18:43 WIB

Workshop Prodi S2 Ekonomi Syariah UIN Syahada Sidimpuan, Wujudkan Kurikulum Unggul Berbasis OBE

22 Juni 2024 - 00:52 WIB

Trending di Daerah