Menu

Mode Gelap
Kasus Pembakaran Rumah Sempurna Pasaribu di Tanah Karo: Polda Sumut Tambah Tersangka Baru Polri Gunakan Teknologi Canggih untuk Seleksi Akpol 2024 Terungkap! Identitas dan Peran 2 Eksekutor dalam Pembakaran Rumah Sempurna Pasaribu Rektor UM Tapsel Kukuhkan 146 Guru Profesional, Kepala LLDIKTI Wilayah I: Jangan Berbisnis Apapun Di Sekolah Kejahatan Siber Merebak: Pembelajaran Preventif Masyarakat Kunjungan Mahasiswa MBS UIN Syahada Sidimpuan ke UMKM: Memahami Proses Bisnis dan Pemasaran Digital

Warta

Peleburan Kemenristek Akan Memperkuat Pendidikan Tinggi

badge-check


					Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (KEMENDIKBUD), Nizam Perbesar

Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (KEMENDIKBUD), Nizam

Jakarta- Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Nizam, menyambut baik peleburan Kementerian Riset dan Teknologi atau Kemenristek dengan kementeriannya.

Nizam menjelaskan penggabungan peranan riset dan teknologi tersebut justru akan menguatkan Ditjen Dikti.

” Jika penelitian dan pengabdian kepada masyarakat kembali ke Dikti pasti akan sangat memperkuat Dikti,” kata Nizam.

Dilansir dari TEMPO.CO, Nizam menjelaskan, sebelum dipisah dari Kementerian Pendidikan Nasional dan masuk ke Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, fungsi Ditjen Dikti mencakup tridharma pendidikan tinggi. Yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Ia juga menjelaskan bahwa esensi pendidikan tinggi sesungguhnya tidak bisa dipisahkan dari penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Hal ini, kata Nizam, sesuai amanah Undang- undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

Tetapi saat Dikti dikembalikan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2019 kemudian, fungsi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tertinggal di Kemenristek.” Kondisi tersebut sesungguhnya malah tidak ideal,” kata Nizam.

Fungsi Pendidikan Tinggi

Alasannya, fungsi pendidikan tinggi akhirnya dikelola oleh dua kementerian padahal idealnya tridharma perguruan tinggi berada dalam satu kementerian. Nizam juga menilai, dari kacamata pendidikan atau perguruan tinggi kembalinya fungsi penelitian ke Kemendikbud sama saja mengembalikan jati diri Dikti.

” Karena selama ini staf penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dulu ada di Kemenristekdikti ditarik ke Kemenristek/ BRIN,” ujar Nizam.

Meski begitu, Nizam mengatakan belum ada pembahasan lebih lanjut di kementeriannya terkait peleburan Kemenristek ke Kemendikbud ini. Ia juga mengaku belum tahu nasib lembaga penelitian di luar perguruan tinggi.

” Apakah fungsi tersebut berada di bawah BRIN ataukah dimasukkan ke Kemdikbud,” ucap Nizam.

Berbeda dengan Nizam, pakar kebijakan publik dari Universitas Indonesia Eko Prasojo berkata peleburan fungsi Kemenristek ke Kemendikbud akan menambah beban Kementerian Pendidikan. Ia juga berujar filosofi pendidikan berbeda dengan penelitian sehingga Kemenristek sebaiknya dipertahankan.

” Jika digabung, beban Kemdikbud sangat berat karena menangani pendidikan dasar, menengah dan tinggi, ditambah urusan kebudayaan,” ucap Eko

Presiden Joko Widodo atau Jokowi bakal menggabungkan Kemenristek dan Kemendikbud. Langkah ini sejalan dengan keputusan pemerintah memisahkan Badan Riset dan Inovasi Nasional dari Kemenristek menjadi sebuah lembaga otonom.

Print Friendly, PDF & Email

Baca Lainnya

Mahasiswa KKN MIT Posko 78 Bantu UMKM Optimalkan Google Business

24 Juli 2024 - 06:20 WIB

Mahasiswa KKN MIT 18 UIN Walisongo Semarang Menggelar Jumat Bersih di Masjid Al-Huda Desa Ngampel Wetan

17 Juli 2024 - 21:37 WIB

Aksi Cipayung Plus Medan, Dion Hafidz : IMM Kota Medan Belum Ada Konfirmasi Keikutsertaan

17 Juli 2024 - 21:19 WIB

HMJ-EP UMSU Menorehkan Prestasi yang Membanggakan

11 Juli 2024 - 21:58 WIB

HMJ-EP UMSU Menorehkan Prestasi yang Membanggakan

Kedatangan Bupati Tapsel dan Thariq Disambut Anak-anak Sekolah Minggu

11 Juli 2024 - 19:46 WIB

Trending di Warta