Menu

Mode Gelap
Kasus Pembakaran Rumah Sempurna Pasaribu di Tanah Karo: Polda Sumut Tambah Tersangka Baru Polri Gunakan Teknologi Canggih untuk Seleksi Akpol 2024 Terungkap! Identitas dan Peran 2 Eksekutor dalam Pembakaran Rumah Sempurna Pasaribu Rektor UM Tapsel Kukuhkan 146 Guru Profesional, Kepala LLDIKTI Wilayah I: Jangan Berbisnis Apapun Di Sekolah Kejahatan Siber Merebak: Pembelajaran Preventif Masyarakat Kunjungan Mahasiswa MBS UIN Syahada Sidimpuan ke UMKM: Memahami Proses Bisnis dan Pemasaran Digital

Mahasiswa

Pemuda Muhammadiyah Dukung Sikap BEM UI

badge-check


					Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Sunanto Perbesar

Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Sunanto

Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Sunanto atau akrab disapa Cak Nanto mengkritik langkah Rektorat Universitas Indonesia (UI) yang memanggil pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI terkait pemberian julukan kepada Presiden Joko Widodo sebagai ‘King of Lips Service’.

Dilansir dari CNNIndonesia.com, Cak Nanto mengatakan bahwa tak elok apabila di dunia akademik seperti demikian [pemanggilan pengurus BEM], seperti pengebirian ekspresi. Di dunia pendidikan, ekspresi itu bisa menemukan ilmu-ilmu baru.

Cak Nanto juga menilai tak semestinya Rektorat UI sampai memanggil para pengurus BEM UI terkait postingan tersebut. Ia menilai tindakan itu justru tergolong pembungkaman terhadap nalar kritis mahasiswa.

Ketua Pemuda Muhammadiyah ini juga turut menyinggung Presiden Joko Widodo selama ini tak keberatan untuk menerima kritik oleh siapa pun.

“Tidak linier dengan keinginan besar presiden. Dan itu berat kalau terus begitu. Itu akan berdampak ke pendidikan lain. Kalau sebesar UI aja udah begitu, gimana [kampus] yang lain?” kata dia.

Cak Nanto menilai kritik yang dilontarkan masyarakat kepada pemerintah justru bisa membangun. Meski demikian, ia juga memberikan catatan agar kritik harus dilontarkan dengan cara yang benar dan beradab.

“Tinggal persoalannya caranya itu bagaimana, modelnya seperti apa. Apakah dengan meme atau yang lain. Kritisisme kan sekarang cenderung berlebihan, kalau gak berlebihan silakan saja,” kata dia.

Print Friendly, PDF & Email

Baca Lainnya

Mahasiswa KKN MIT 18 UIN Walisongo Semarang Menggelar Jumat Bersih di Masjid Al-Huda Desa Ngampel Wetan

17 Juli 2024 - 21:37 WIB

Aksi Cipayung Plus Medan, Dion Hafidz : IMM Kota Medan Belum Ada Konfirmasi Keikutsertaan

17 Juli 2024 - 21:19 WIB

HMJ-EP UMSU Menorehkan Prestasi yang Membanggakan

11 Juli 2024 - 21:58 WIB

HMJ-EP UMSU Menorehkan Prestasi yang Membanggakan

Kunjungan Mahasiswa MBS UIN Syahada Sidimpuan ke UMKM: Memahami Proses Bisnis dan Pemasaran Digital

23 Juni 2024 - 18:43 WIB

Workshop Prodi S2 Ekonomi Syariah UIN Syahada Sidimpuan, Wujudkan Kurikulum Unggul Berbasis OBE

22 Juni 2024 - 00:52 WIB

Trending di Daerah