Menu

Mode Gelap
Kasus Pembakaran Rumah Sempurna Pasaribu di Tanah Karo: Polda Sumut Tambah Tersangka Baru Polri Gunakan Teknologi Canggih untuk Seleksi Akpol 2024 Terungkap! Identitas dan Peran 2 Eksekutor dalam Pembakaran Rumah Sempurna Pasaribu Rektor UM Tapsel Kukuhkan 146 Guru Profesional, Kepala LLDIKTI Wilayah I: Jangan Berbisnis Apapun Di Sekolah Kejahatan Siber Merebak: Pembelajaran Preventif Masyarakat Kunjungan Mahasiswa MBS UIN Syahada Sidimpuan ke UMKM: Memahami Proses Bisnis dan Pemasaran Digital

Daerah

Rektor UMTS: Penambahan Usia Pensiun Polisi hingga 60 Tahun Sangat Masuk Akal

badge-check


					Rektor UMTS: Penambahan Usia Pensiun Polisi hingga 60 Tahun Sangat Masuk Akal Perbesar

Padangsidimpuan – Rektor Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan (UMTS), Muhammadi Darwis, menyatakan dukungannya terhadap usulan penambahan usia pensiun anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dari 58 menjadi 60 tahun. Usulan ini dianggap sangat masuk akal dan relevan dengan kondisi terkini masyarakat dan kepolisian.

Pernyataan ini disampaikan oleh Rektor UMTS dalam Forum Discussion Group (FGD) bertema “Diskusi Partisipasi Publik dalam Penyusunan Revisi UU Kepolisian,” yang berlangsung pada Jumat (21/6/2024) di Aula Fakultas Hukum UMTS.

“Usia 20 tahun jadi polisi, nikah usia 25 tahun, pada usia 55 tahun jika langsung punya anak, anak baru berusia 20 tahun. Itu baru satu anak, bagaimana dua, tiga atau lebih? Tentu usia masih produktif, namun sudah pensiun, tanggungan banyak. Saya dukung penambahan usia pensiun, dan sangat masuk akal pensiun ditambah jadi 60 tahun,” ujarnya.

Dalam draft revisi UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri tersebut diatur bahwa usia pensiun Bintara dan Tamtama dapat diperpanjang menjadi 60 tahun jika dibutuhkan oleh organisasi.

Sedangkan untuk Perwira, usia pensiun diatur pada umur 60 tahun dan dapat diperpanjang hingga 2 tahun untuk keahlian khusus, serta jabatan fungsional hingga usia 65 tahun.

Rektor UMTS juga menyoroti bahwa rasio antara jumlah anggota kepolisian dan masyarakat belum seimbang. “Satu polisi itu harus melayani ribuan orang, itu tidak ideal. Dengan penambahan usia pensiun diharapkan angka rasio tersebut bisa tertutupi,” tambahnya.

Dukungan Dari Dekan Fakultas Hukum UMTS

Dekan Fakultas Hukum UMTS, Sutan Siregar, juga mendukung revisi UU Nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian yang sedang dibahas pemerintah. Ia berpendapat bahwa usia pensiun polisi seharusnya sejajar dengan profesi lain seperti dosen dan guru besar yang memiliki usia pensiun hingga 65 dan 70 tahun.

“Di perguruan tinggi sekarang ini usia pensiun dosen itu 65 tahun, guru besar 70 tahun. Sudah seharusnya polisi demikian juga sebagai profesi ditambah usia pensiunnya. Usia hanyalah angka,” ungkap Siregar.

Diskusi ini juga dihadiri oleh Anggota Komisi III DPR RI dari Daerah Pemilihan Sumut, Hinca Ikara Putra Panjaitan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Padangsidempuan, Peradi, serta akademisi di wilayah Tapanuli Bagian Selatan. Sekretaris IDI Padangsidempuan, dr. Sri Wahyuni, menambahkan bahwa faktor kesehatan juga mendukung perpanjangan usia pensiun.

“Polisi saat ini tidak hanya bertugas di lapangan semata saja, melainkan juga di kantor dengan keahlian tertentu. Selagi kuat fisiknya dan memiliki keahlian tertentu tentu didukung pensiunnya ditambah antara 60 hingga 62 tahun dengan syarat dan kriteria tertentu,” ujar dr. Sri Wahyuni.

Tanggapan Hinca Panjaitan

Hinca Panjaitan, dalam pemantik diskusinya, menekankan pentingnya menata kepolisian untuk masa depan Indonesia. Ia menyoroti bahwa dengan harapan hidup yang semakin panjang, penambahan usia pensiun menjadi sangat masuk akal.

“Jika tidak dimasukkan pengaturan penambahan umur pensiun anggota Polri jadi 60 tahun, maka hampir dipastikan jika ada gugatan ke MK oleh polisi, majelis hakim akan mengabulkan. Prinsipnya persamaan, kesetaraan, dan keadilan hukum bagi semua,” jelas Hinca.

Ia menutup dengan menekankan bahwa polisi yang masih produktif dan matang dalam ide serta pemikiran di usia 58 tahun, jika diberikan kesempatan tambahan 2 tahun, akan semakin bermanfaat bagi negara. “Kita beri kesempatan untuk itu,” tutupnya.

Print Friendly, PDF & Email

Baca Lainnya

Kejar Tiket Wali Kota, Rusydi Nasution Ungguli Pesaingnya di Hati Anak Muda!

24 Juli 2024 - 12:08 WIB

Pj Kades Tabuyung Lawan Bupati Madina: Pemecatan Perangkat Desa Tanpa Prosedur!

24 Juli 2024 - 11:53 WIB

Mahasiswa KKN MIT Posko 78 Bantu UMKM Optimalkan Google Business

24 Juli 2024 - 06:20 WIB

Pemko Padangsidimpuan Bagikan Kupon Subsidi Bagi Masyarakat Pada Kegiatan GPM

22 Juli 2024 - 23:43 WIB

Pj Walikota Letnan Berangkatkan Istri Tercinta dan 360 Jamaah Haji ke Tanah Suci Berurai Air Mata

22 Juli 2024 - 23:43 WIB

Trending di Daerah