Pemimpin
Seorang Pemimpin sejati ialah pemimpin yang tercerahkan dan tercedaskan lewat pergulatan hidupnya yang penuh dengan tantangan dan ujian.
Dengan kecerdasannya dan ketercerahannya sang pemimpin dapat mencerdaskan dan mencerahkan kehidupan kelompok yang dipimpinnya.
Sosok pemimpin tidak bisa dinilai dari penampilan citra lahiriah yang gagah perkasa.
Tetapi dari kesederhanannya yang memancarkan aura kebesaran dan keagungan jiwa, keluhuran budi dan ketulusan hati, serta kebijakannya yang mempesona sebagai ekspresi dari rasa cintanya kepada kelompok yang dipimpinnya.
Dengan begitu merupakan proses tumbuhnya moralitas dan rajutan etika yang bisa mewujud dalam sikap dan tindakannya dalam memimpin kelompok maupun anggotanya.
Karena keberhasilannya dalam memimpin kelompok atau anggotanya merupakan wujud tanggung jawab moral dan cermin integritas yang membentuk kewibawaannya.
Pemimpin dengan moralitas tinggi cenderung ditandai kemunculannya dari tengah-tengah kelompoknya yang biasa berjuang bersama kelompoknya.
Sehingga dia mengenal betul keadaan dan kebutuhan kelompoknya, dan mengetahui masalah-masalah yang ada.
Moralitas seorang pemimpin hakikatnya tumbuh dari pergulatan yang jujur dan bertanggung jawab, tidak lahir dari yang terima jadi karena oligarki.
Sebab jika kita mengacu pada Al-Farabi mengusulkan bahwa pemimpin tertinggi adalah satu orang yang tidak dibawahi orang lain.
Untuk itu legitimasi merupakan hal yang sangat penting dan menjadi pembahasan dimana Plato dan Aristoteles menyatakan bahwa negara memerlukan legitimasi yang mutlak untuk mendidik rakyat dengan nilai-nilai moral.
Nilai-nilai moral ini terbentuk dari pribadi individu masing-masing, karena setiap orang memiliki pemahaman yang berbeda-beda maka moral yang dimiliki setiap orang juga berbeda-beda.
Moral sendiri adalah berkaitan dengan sesuatu yang baik dan yang buruk.








