Dimensi mani sudah jadi tantangan tertentu untuk periset buat mendalami watak sel ini. Ekornya berdimensi separuh lebar rambut, sedangkan gerakannya dapat lebih dari 20 pukulan renang dalam waktu kurang dari satu detik.
Regu periset mengenakan kamera luar biasa kilat yang sanggup merekam lebih dari 55 ribu foto dalam satu detik buat menangkap gerakan mani. Mereka memecah gerakan mani jadi 2 komponen: kepala serta ekor. Hasil perekaman memperlihatkan bagian kepala bergerak 360 derajat, sedangkan ekornya bergerak ke satu bagian sisi asimetris.
“ Semacam orang yang berenang dengan memakai satu sisi badan,” lanjut Gadêlha. Komponen ekor membuat pergerakan mani berbalik, tetapi kepalanya berperan buat menyeimbangkan sehingga mani senantiasa berjalan ke depan.
Sepanjang ini pergerakan ngebor mani yang sangat kilat serta amat sinkron membikin dia nampak berenang semacam belut bila diamati dari atas. Mekanisme lingkungan antara ekor serta kepala menghasilkan ilusi optik simetri bilateral dalam mikroskop 2 ukuran.
Nyatanya perlu waktu lebih dari 300 tahun lebih untuk manusia menguasai satu bagian dari penciptaannya. Di masa depan bisa jadi saja definisi infertilitas pada laki- laki berganti sebab identifikasi mani sehat– yang berenang dengan cepat– kini telah tidak digunakan.






