Ketika sedang berdakwah tak sedikit orang yang menawarkan agar Hamka mendua, namun Hamka menolak dan pantang baginya untuk mendua.
Kenangan perceraian antara kedua orang tua Hamka menjadi faktor Hamka tak ingin mendua karena melihat kesedihan sang ibunda kala perceraian itu dan ia tak ingin mengulang sakit hati kaum perempuan.
Betullah jua kata pepatah “dibalik lelaki yang hebat ada perempuan yang hebat di belakangnya”.
Tulisan di atas hanya kisah singkat masa kecil dan percintaan sang buya,.
Seorang anak nakal yang tak lulus sekolah formal namun punya keinginan kuat dalam menuntut ilmu menjelma menjadi seorang tokoh langka yang di miliki Indonesia berprinsip bahwa falsafah hidupnya adalah “cinta”.






