Menu

Mode Gelap
Kasus Pembakaran Rumah Sempurna Pasaribu di Tanah Karo: Polda Sumut Tambah Tersangka Baru Polri Gunakan Teknologi Canggih untuk Seleksi Akpol 2024 Terungkap! Identitas dan Peran 2 Eksekutor dalam Pembakaran Rumah Sempurna Pasaribu Rektor UM Tapsel Kukuhkan 146 Guru Profesional, Kepala LLDIKTI Wilayah I: Jangan Berbisnis Apapun Di Sekolah Kejahatan Siber Merebak: Pembelajaran Preventif Masyarakat Kunjungan Mahasiswa MBS UIN Syahada Sidimpuan ke UMKM: Memahami Proses Bisnis dan Pemasaran Digital

Artikel

Wujudkan Ketahanan Pangan Melalui Diversifikasi Pangan

badge-check


					Gambar oleh Mogens Petersen Perbesar

Gambar oleh Mogens Petersen

Zonaintelektual.com – Setelah penat bekerja perut terasa lapar, bangun tidur perut lapar, selesai belajar lapar, olahraga sebentar lapar. Sedikit-sedikit lapar, sebentar-sebentar pengen makan.

Hal-hal semacam ini tentu sesuatu yang sangat manusiawi terjadi karena makanan merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia.

Akan tetapi menjadi tidak manusiawi ketika kebutuhan tersebut dipenuhi dengan cara yang serakah.

Tentu bukan jadi suatu hal yang tabu lagi ketika kebutuhan pangan tidak terpenuhi maka seseorang akan nekat melakukan tindakan-tindakan kriminal.

Mainset Rakyat Indonesia

Selain itu, mindset sebagian besar rakyat Indonesia yang telah mendarah daging menambah rumit saja persoalan ini. Mindset seperti apa ? Nah ini beberapa contoh kecilnya.

“Kalau mau kenyang ya makan nasi.” “Aku sih sukanya makan mie pakai nasi” “Ih, mana bisa kenyang kalau cuma makan singkong rebus.”

“Kalau belum makan nasi ya berarti belum makan (padahal sudah makan mie dan kentang goreng, hehehe).”

Mindset-mindset seperti inilah yang pada akhirnya membatasi ruang gerak bahkan kreatifitas yang seharusnya dapat terus dikembangkan.

Oleh karena itu butuh usaha lebih untuk setidaknya menggeser kebiasaan yang telah menjadi kebutuhan tersebut.

Berdasarkan data pola konsumsi menunjukkan bahwa beras atau nasi masih menndominasi porsi menu konsumsi masyarakat hingga 60%.

Idealnya maksimal 50% agar masyarakat dapat hidup lebih sehat, aktif, dan
produktif,kata Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan, Agung Hendriadi.

Dari fakta-fakta tersebut maka diperlukan adanya solusi yang efektif dan tentu saja efisien.

Diversifikasi Pangan

Pemerintah sebagai pemegang kewenangan tertinggi melalui Kementrian Pertanian menawarkan sebuah solusi yaitu melalui program “Diversifikasi Pangan” yang diharapkan mampu mewujudkan Ketahanan Pangan bagi NKRI.

Print Friendly, PDF & Email

Baca Lainnya

Food Estate dan Kesejahteraan Masyarakat

30 Mei 2024 - 13:51 WIB

Husni Mubarak Mahasiswa Program Doktoral Ilmu Ekonomi USU/ Penulis/ Ist

Kunjungan Kapolres Madina ke Pantai Batu Ruso Tabuyung: Dorong Peningkatan Pelayanan Wisata

14 April 2024 - 21:00 WIB

Empowerment IMMawati: Meningkatkan Kapasitas dan Pengaruh Untuk Kesetaraan Gender

1 April 2024 - 22:01 WIB

Karakter Menjadi Puncak Akhir Pendidikan

3 Februari 2024 - 20:44 WIB

Kontroversi Boikot Produk Menjadi Konflik Nasional

21 November 2023 - 13:43 WIB

Trending di Artikel