Refleksi Sumpah Pemuda Dalam Diri Mahasiswa

Warta1005 Dilihat

Kini para intelektual muda mudah untuk dicekoki pemikiran-pemikiran asing liberalisme, Sekularisme, Kapitalisme, Pluralisme, Hedonisme dan Matrialisme.

Dengan pemikiran-pemikiran ini para Intelektual muda saat ini banyak melepaskan atribut mereka sebagai generasi perubah peradaban.

Saat ini mahasiswa yang identik dengan kaum intelektual sudah selayaknya memiliki pemikiran yang luas dan mendalam tentang problematika di lingkungan sekitarnya.

Dalam peristiwa besar ini kita dapat mengambil hikmah dan dijadikan sebuah pelajaran berharga bagi generasi muda sekarang, antara lain :

  1. Semangat persatuan. Semangat ini kian memudar dalam diri penerus bangsa, apabila kitak pandai memahami dan memeliharnya. Bila melihat fakta sekarang banyak konflik perpecahan yang terjadi di kalangan pemuda kita sekang. Seperti banyak terjadinya tawuranan, bullying yang sering terjadi di kalangan Pelajar. Tak dapat kita pungkiri saat ini perdatuan kita merenggang dangan seiringnya waktu.
  2. Semangat Perubahan. Semangat ini memiliki peran yang signifikan bagi kemajuan suatu bangsa. Dengan semangat inilah para pemuda dapat menajadi modal untuk bangkit dari keterpurukan.
  3. Semangat Kebaikan. Semangat ini dimulai dari semangat untuk saling mengingatkan dalam kebaikan, Sebagaimana dalam fiman Allah SWT dalam QS. Al Asr:3. Didalam surah ini mengandung bahwa orang-orang yang beruntung adalah orang-orang yang mengerjakan amal shaleh. Semangat ini dapat kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Semangat itu yakni berlomba-lomba dalam kebajikan dan menasehati dalam kejujuran.

Islam banyak Melahirkan Para Intelektual Berkulitas

Sejarah peradaban Islam sudah banyak mencatat dengan tinta emas para intelektual muda yang brkualitas. Sebut saja Nabi Muhammad ﷺ dan para sahabatnya.

Faktanya tidak hanya cerdas dari segi agama tapi juga pemikir politis yang ulung dalam hal bernegara. Islam sangan mempunyai perhatian terhadap perkembangan dan perkembangan pemuda. Karena dari mereka lah yang akan menjadi tokoh utama untuk meneruskan perjuangan-perjuangan generasi berikutnya

Sejarah Islam juga mencatat bagaimana seorang pemuda dapat menaklukkan Konstatinopel yang mana saat itu Negara itu merupakan negara adikuasa. Muhamad Alfatih yang pada saat menaklukkan konstatinopel ia berumur 23 tahun.

Islam pun meletakkan para intelektua muda dalam posisi terhormat sebagai pendidik dan sekaligus pelindung Ummat dan Agama.

Nabi Muhammad ﷺ bersabda dalam hadist riwayat Ahmad yakni :

“Ada tujuh golongan yang di naungi ﷲ pada hari yang tiada naungan selain-Nya” Lalu beliau menyebutkan di antaranya seorang pemuda yang tumbuh dalam penyembahan kepada RabbNya”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *