Apa Kabar Kakak Senior Ku !

Warta641 Dilihat

Ya, wajarlah kak kami takut awalnya dengan sikap tersebut. Tetapi, seusai acara mataf semuanya menjadi biasa saja.

Lalu untuk apa menampilkan muka yang terlihat galak di depan mahasiswa baru ? Sudah merasa senior?

Kak kami hanya memberi tahu, kami memang mahasiswa baru, namun tak semuanya lulus di tahun yang sama, bisa dia lebih tua dari kakak atau seumuran dengan kakak.

Namun kakak saja yang tidak mengetahui hal tersebut, tepatnya tidak ingin mengetahui.

Mahasiswa itu bukan soal tentang senioritas, mahasiswa itu agen of change atau agen perubahan, yang mana kedudukan mahasiswa adalah yang paling tinggi diantara tingkatan lainnya.

Akan tetapi jika sikap mahasiswanya tidak ada sama saja dengan anak kecil yang tidak tau apa-apa.

Mahasiswa seharusnya sudah dapat memilih mana yang benar dan mana yang salah dari suatu hal.

Jika kakak senior hanya ingin menampakkan keangkuhan sebagai ta da senioritas, bukan di ranah kampus tapi silahkan kembali ke sekolah menengah ke atas (SMA) lagi.

Mahasiswa itu mengayomi, sebagai penyambung lidah rakyat serta rool model untuk tingkat di bawahnya. Bukan malah menjadi pengaruh buruk untuk orang lain.

Ada beberapa yang sangat memprihatinkan dari kondisi mahasiswa saat ini yaitu:

Minat baca yang kian hari kian menurun dan bisa dikatakan buku bukan untuk dibaca tapi untuk bantal tidur.

Bagaimana ingin memberikan contoh yang baik pada adik tingkatnya jika membaca saja malas. Bisa-bisa negara tidak maju karena kemalasan para mahasiswa, khususnya mahasiswa tingkat akhir yang hanya ingin segera lulus dan mendapat pekerjaan.

Kakak senior kami tidak takut dengan tampang garang yang kalian perlihatkan namun kecerdasan akal tak diasah.

Bagaimana ingin mendidik kami jika pengetahuan yang kalian miliki masih minim.

Pesan kami Buat kakak senior, jangan pernah malas membaca karena membaca merupakan fondasi ilmu lalu diimplementasikan dengan diskusi dan menulis.

Pesan selanjutnya kakak senior tak perlu memasang muka masam saat ospek berlangsung, kami selaku mahasiswa baru tak butuh muka masam namun kami butuh bimbingan agar bisa mewujudkan gelar yang disematkan pada mahasiswa.

Semoga kakak senior tetap sehat akal dan pikirannya, agar mampu membela rakyat dari ketidak adilan pemerintah.

  • Ditulis oleh Mila Mutiara Choirunisa Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *