Begini Profil Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Menggantikan Nama IAIN Sidimpuan!

Warta1150 Dilihat

Terbukti Syekh Ali Hasan Ahmad Addary mendirikan badan penerbit yang namanya diambil dari nama puteranya sendiri ialah Penerbit Al-Mahfuz Budi.

Dari penerbit Al-Mahfuz Budi ini  Syekh Ali Hasan Ahmad Addary menerbitkan  tulisannya sebanyak 31 judul dari 41 karyanya.

Adapun judul karya tulisa Syekh Ali Hasan Ahmad Addary  yakni Ahadisul Fiqhiyah, Ahadisul Ahkam, Arkanul Iman-Padangsidimpuan, Arkanul Islam 1-2, Athahkotubul Yayam, Bayi Tabung dalam Islam, Berkhatwat dalam islam, Bughayatul Tholabah, Bunga Deposito dalam Islam, Cahaya Kubur.

Lanjut, Doktrin Ahlu Sunnah, Fathul Qur’an, Al-Fawadul Ahkam, Filsafat Islam, Hadist Dua Puluh, Al-Ikmal, Ilmu Hadist Praktis, Al-Islam, Islam dan Politik, Kemerdekaan Beragama, Al-Kawakibul Munir, Kemungkinan Berlakunya Syariat Islam di   Indonesia, Khutbah Pembangunan, Al-Mad’ul , Metodik Khusus Bahasa Arab, Mizan Tazkiris Shahih, Al-Muhadasah Al-Asriyah 1- 3.

Dan Mutiara Al – Qur’an, Pembatasan Kelahiran, Perbedaan Ilmu Tafsir, Permasalahan Tabungan Susu, Pertukaran kelamin, Pokok – pokok Usthalah Hadist, Peroblamatika dalam Islam, Peroblamatika Minuman Keras, Seluk Beluk Puasa, Sholat Antar Mazhab, Studi Warisan Wanita dalam Islam, Tafsir Mutiara, Talkin Ahlu Sunnah, Tuntunan Berzikir.

Tercatat Syekh Ali Hasan Ahmad Addary juga aktif berorganisasi hingga mendirikan beberapa organisasi baik di tabgsel maupun diluar tabagsel.

Syekh Ali Hasan Ahmad Addary juga terkenal sesosok orang yang bersosial politik semasa hidupnya.

Terbukti Syekh Ali Hasan Ahmad Addary pernah menjadi Ketua Al-Washliyah cabang makkah, Anggota komite menuntut kemerdekaan Indonesia, Anggota pengurus perindera cabang panyabungan, Pendiri ALI (Al-Ittihadiyah Islamiah).

Tercatat juga Syekh Ali Hasan Ahmad Addary jaga Ketua MWC NU Kecamatan Siabu, Ketua Masyumi cabang Panyabungan, Anggota Dewan Negeri Panyabungan Tonga, Ketua Lasykar Sabilillah wilayah Mandailing Natal, Pimpinan kelasykaran Al-Ijtihad Tapanuli Selatan, Pendiri dan ketua NU cabang Medan, dengan dibantu Rahman Saub dan T.M Dalimunthe, Pendiri Radio Amatir I di Padangsidimpuan yang bernama RANIPER.

Editor: Fauzan Azmi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *