Imm Dan Post Truth Era

Narasi867 Dilihat

Sebagai gerakan mahasiswa yang berbasis pada penguatan keagamaan dan keilmuan, tentunya kita berharap IMM terbebas dari keadaan dan situasi ini.

Selain berdampak buruk kepada personal, lebih dari itu akan ber efek yang tidak baik untuk kemjuan organisasi.

Lalu bagiamana seharusnya

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡۤا اِنۡ جَآءَكُمۡ فَاسِقٌ ۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوۡۤا اَنۡ تُصِيۡبُوۡا قَوۡمًا ۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصۡبِحُوۡا عَلٰى مَا فَعَلۡتُمۡ نٰدِمِيۡ

Q.S Al-Hujarat Ayat 6
Artinya : Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang Fasik membawa suatu berita, Maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (Qs Al Hujurat Ayat 6)

Tabayyun adalah satu konsep yang sangat solutif untuk menghadapi dalam post truth era dewasa ini.

Tabayyun memilik makna telusuri, meminta penjelasan lebih lanjut, ataupun tidak percaya sepenuhnya terhadap isu yang berkembang sebelum ditelusuri kebanarannya.

Ya, dengan konsepsi tabayyun inilah kita akan terbebas dari fitnah, hasud, maupun ujaran kebencian yang akan berdampak tidak baik antar personal terlebih terhadap perkembangan dan kemajuan gerakan organisasi.

Dalam suasana yang sarat dengan kompetensi dan persaingan yang semakin tinggi, idealnya kita sebagai kader lebih menyibukkan diri pada hal-hal yang mampu menumbuh kembangkan bakat  dan potensi daripada sekedar membuat isu untuk melemahkan dan mendiskreditkan personal lain.

  • Ditulis Oleh Zikri akbar S.Sos.I, M.Sos (Sekretaris Umum DPD IMM Sumatera Utara 2018-2020)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar