Menu

Mode Gelap
Kasus Pembakaran Rumah Sempurna Pasaribu di Tanah Karo: Polda Sumut Tambah Tersangka Baru Polri Gunakan Teknologi Canggih untuk Seleksi Akpol 2024 Terungkap! Identitas dan Peran 2 Eksekutor dalam Pembakaran Rumah Sempurna Pasaribu Rektor UM Tapsel Kukuhkan 146 Guru Profesional, Kepala LLDIKTI Wilayah I: Jangan Berbisnis Apapun Di Sekolah Kejahatan Siber Merebak: Pembelajaran Preventif Masyarakat Kunjungan Mahasiswa MBS UIN Syahada Sidimpuan ke UMKM: Memahami Proses Bisnis dan Pemasaran Digital

Artikel

Benarkah KH Ahmad Dahlan Mujadid Islam ?

badge-check


					Foto Muhammad Ikhsan Sitompul Perbesar

Foto Muhammad Ikhsan Sitompul

KH Ahmad Dahlan lahir di Kauman Yogyakarta Pada tanggal 1 Agustus 1868.

K.H Ahmad Dahlan merupakan Pendiri salah satu Organisasi masyarakat Islam Indonesia yakni Muhammadiyah.

Pada saat itu juga disebut dengan Presiden Muhammadiyah.

Ketika Mendirikan Muhammadiyah Usia KH Ahmad Dahlan 44 Tahun Nama Kecil Ahmad Dahlan adalah Muhammad Darwis.

Kepribadian dan semangat dakwah K.H Ahmad Dahlan

Kehidupan dan Kepribadian Ahmad Dahlan sangat sederhana. K.H Ahmad Dahlan familiar dengan sebutan Kyai Haji Ahmad Dahlan.

Ahmad Dahlan sebenarnya sosok Muda, kaya akan Pikiran berkemajuan, kharismatik meskipun foto ataupun gambar yang beredar luas tampak tua.

pada umur 21 tahun Sekembalinya dari Makkah dan Mesir K.H Ahmad Dahlan membahas gagasan pembaharuan dalam tubuh masyarakt sekitar yang pada akhirnya berdirilah Muhammadiyah.

Ahmad Dahlan pulang ibadah haji yang pertama tahun 1889.

kita lihat saja pada masa ini pemuda umur 21 Tahun masih banyak yang sibuk dengan urusan Pribadi masing-masing.

Masih sibuk membuang-buang waktu sehingga Waktu 21 tahun itu terbuang sia-sia hanya untuk hal-hal yang tidak Produktif dan tidak bermanfaat.

Pada saat itu perjalanan ke Makkah melalui jalur laut dengan menggunakan kapal dan menghabiskan waktu kurang lebih sekitar dua bulan lamanya.

Berbeda dengan saat ini ketika kita pergi ke Makkah hanya membutuhkan waktu beberapa jam saja untuk sampai kekota suci makkah.

Muhamamdiyah Lahir bukan secara tiba-tiba akan tetapi penuh dengan history panjang dengan perjuangan,pengorbanan,cacian makian dan lain sebagainya.

Ahmad Dahlan adalah orang yang sangat luar biasa rela meninggalkan keluarga bertahun-tahun untuk pergi ke Mekkah dengan niat Menimba ilmu.

Sehingga pemahaman-pemahaman yang masyarakat lakukan itu tidak melenceng Dengan Syariat Islam begitu lama.

Keinginan untuk meluruskan Paham-paham yang melenceng itu tidak bisa hanya sekedar Pengorbanan dan keyakinan semata.

Akan tetapi harus memiliki landasan Ilmu Pengetahuan.

Saya kutip dari salah satu Buku berjudul Muhamamdiyah Gerakan Pembaharuan karya Prof Haedar Nashir M,Si (Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhamamdiyah saat ini)
banyak yang tak menyorot bahwa Kyai Dahlan kendati membawa api Pembaharuan.

Sesungguhnya dalam mewujudkan gagasannya tidak lepas dari pendekatan nya yang cenderung Kultural atau memahami Budaya dan alam Pikiran Manusia.

Bagiamana beliau mengajarkan Surat Al-Maun dan mengkontekstualisasikannya dengan pada ranah sosial.

Muhammadiyah sampai saat ini memiliki beberapa jenis Amal Usaha Muhamamdiyah dari berbagai bidang antaranya adalah bidang pendidikan,sosial, kesehatan dan ekonomi.

Merujuk pada: https://www.timesindonesia.co.id/read/241873/20191204/080719/107-tahun-muhammadiyah-kini/

107 tahun Muhammadiyah berkiprah

107 tahun Muhammadiyah saat ini sudah memiliki amal usaha yang tersebar ke seluruh pelosok negeri bahkan manca negara.

Bidang pendidikan dasar dan menengah berjumlah 7.651 banguan sekolah dan madrasah, pendidikan tinggi ada sebanyak 174 universitas, sekolah tinggi, institut, dan akademi.

Pada bidang pelayanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat terdapat 457 rumah sakit , 318 panti asuhan, 54panti jompo, dan 82 rehabilitasi cacat. Untuk sarana ibadah terdapat masjid dan musalla sebanyak 11.198.

Selain itu dalam bidang perekonomian Muhammadiyah memiliki Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM), Koperasi Matahari, minimarket, semakin memperlihatkan geliatnya yang signifikan.

Sebagai Kader Muhammadiyah khususnya, umumnya untuk seluruh rakyat Indonesia sudah selayaknya kita menjaga Amal Usaha yang ada dan jangan sampai dalam pelaksanaan nya ada yang melenceng dan tidak sesuai dengan maksud dan tujuan Muhammadiyah serta Urgensi mendirikan Amal Usaha Muhammadiyah.

Oleh: Muhammad Ikhsan

Print Friendly, PDF & Email

Baca Lainnya

Food Estate dan Kesejahteraan Masyarakat

30 Mei 2024 - 13:51 WIB

Husni Mubarak Mahasiswa Program Doktoral Ilmu Ekonomi USU/ Penulis/ Ist

Kunjungan Kapolres Madina ke Pantai Batu Ruso Tabuyung: Dorong Peningkatan Pelayanan Wisata

14 April 2024 - 21:00 WIB

Empowerment IMMawati: Meningkatkan Kapasitas dan Pengaruh Untuk Kesetaraan Gender

1 April 2024 - 22:01 WIB

Karakter Menjadi Puncak Akhir Pendidikan

3 Februari 2024 - 20:44 WIB

BPD Tabuyung Resmi Dilantik, Camat Muara Batang Gadis Tekankan Peran Pengawasan dan Kompak!

22 Januari 2024 - 16:31 WIB

Trending di Daerah