Menepis Stigma Negatif Perempuan dan pendidikan tinggi

Warta517 Dilihat

Ketika kaum perempuan mendapatkan pendidikan tinggi, maka dapat dipastikan suatu bangsa akan mengalami perubahan secara signifikan.

Bukan hanya perubahan pendidikan saja, namun pendidikan karakter dan moral juga akan berubah, karena pendidikan pertama bagi generasi penerus bangsa didapatkan dari lingkungan keluarga.

 Lingkungan keluarga sebagai institusi pendidikan pertama bagi generasi penerus bangsa, tak dapat dipisahkan dari peran seorang ibu.

Jika seorang ibu memiliki pendidikan tinggi dapat dipastikan generasi yang dilahirkan akan terdidik.

Namun sebaliknya, jika seorang ibu hanya lulusan sekolah dasar, maka ibu tersebut akan kewalahan mendidik anak untuk menjadi generasi lebih baik.

Tak sedikit kaum perempuan yang putus sekolah karena budaya dari keluarga dan kurangnya biaya untuk melanjutkan pendidikan.

Selain menjadi pendidik pertama dalam keluarga, perempuan juga mempunyai peran besar untuk kesehatan rumah tangga.

Seorang perempuan yang berpendidikan tinggi akan memperhatikan dengan detail apa saja yang di butuhkan oleh keluarganya agar tetap sehat secara fisik dan mental.

Dengan dasar inilah mengapa perempuan harus memiliki pendidikan tinggi baik secara formal maupun non formal.

Terlepas dari pekerjaan apa yang akan didapatkan kelak, pendidikan bagi perempuan harus tetap terlaksana secara intens.

Tak ada yang salah dengan pilihan menjadi wanita karir atau menjadi ibu rumah tangga, toh pada akhirnya akan menjadi seorang ibu juga.

Sebelum menjadi seorang ibu pendidikan tinggi perempuan juga mempunyai peran tinggi dalam menumpas pelecehan yang kerap dilakukan oleh kaum laki-laki.

Jika kaum perempuan memiliki pendidikan tinggi mereka akan lebih peka terhadap keadaan dan ketika terjadi pelecehan mereka tahu apa yang harus diperbuat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *