Pendidikan dan Dakwah Islam Diatas Wabah Pandemi

Warta608 Dilihat

Hal ini yang akan membuat seorang anak betah dirumah dan tidak ingun berlama-lama diluar rumah, sehingga membuat para anak tidak rawan stress dirumahnya sendiri diakibatkan peroses belajar yang menguras tenaga menggunakan android dimana mata akan menjadi sasaran utama rangsangan radiasi dan rawan stress.

Kedua, keluarga menjadi madrasah dimana setiap kegiatan menjadi sebuah pembinaan, menjadi peroses penanaman nila-nila serta norma-norma yang berlaku di masyarakat.

Keluarga harus mampu menjadi qudwah hasanah yaitu menjadi insfirasi bagi anggota keluarga yang lain dan orang tualah yang menjadi faktor penentu keberhasilan madrasah ini karena orang tualah sang pendidik.

Ketiga keluarga menjadi markas perjuangan islam. Hal ini sangat penting mengingat menikah bukan hanya sekedar mencari pendamping hidup, namun lebih untuk melanjutkan perjuangan islam bersama dengan pasangannnya.

Keluargalah yang menjadi pondasi bangunan islam tercermin dari aktivitas keluarganya yang menerapkan nafas islam dalam keberlangsungan hidup keluarga tersebut. Mendapatkan keluarga yang menerapkan nilai-nilai islam harus meningkatkan keimanan kepada Allah Swt, cinta,dan tarbiyah (pendidikan).

Pendidikan dan dakwah memiliki hubungan yang sangat erat saling berkesinambungan karena keduanya memiliki sasaran yang sama yaitu manusia.

Pendidikan dapat menolong manusia dari keterbelakangan sedangkan dakwah agama akan memberikan pandangan tentang dasar-dasar hidup yang baik, nilai-nilai luhur serta tujuan hidup manusia yakni beribadah kepada Allah Swt.

Jadi keluarga yang cerdas dalam masa pandemi covid 19 adalah keluarga yang memanfaatkan kesempatan wabah untuk membangun keharmonisan keluarga itu sendiri, antara ayah dan ibu serta anak kemudian menciptakan waktu-waktu yang berkualitas dirumah dengan kerabat terdekat serta memantau perkembangan belajar sang anak.

Dakwah bukan hanya untuk mereka yang memiliki gelar ustad atau ustazah saja tapi dakwah yang artinya mengajak kepada kebaikan adalah tugas untuk setiap ummat muslim sesuai peran yang ia miliki.

  • Ditulis oleh Tuti Restilia Dalimunthe, Mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

  1. Assalamualaikum wr.wb.
    dalam mengikuti aturan yang di berikan oleh pemerintah untuk melaksanakan segala kegiatan, ini bisalah saya tanggapi dengan kata dari kita sesama muslim berikhtiar, namun di balik polemik zaman yang semakain mentua seperti ini, cara dan pola pikir manusia ini terlihat sudah terang” ke publik, ingin menguntungkan setiap polemik yg terjadi, yakni mengambil kesempatan untuk mengambil uang rakyat, dan yang menjaduh pertanyaan saya selaku mahasiswa upmi medan, sampai kapankah polemik covit ini berakhir kalau yang berkuasa ikut ambil kesempatan untuk memperpanjang loukdown ini?. Sekian dan terimakasih.