Menu

Mode Gelap
Kasus Pembakaran Rumah Sempurna Pasaribu di Tanah Karo: Polda Sumut Tambah Tersangka Baru Polri Gunakan Teknologi Canggih untuk Seleksi Akpol 2024 Terungkap! Identitas dan Peran 2 Eksekutor dalam Pembakaran Rumah Sempurna Pasaribu Rektor UM Tapsel Kukuhkan 146 Guru Profesional, Kepala LLDIKTI Wilayah I: Jangan Berbisnis Apapun Di Sekolah Kejahatan Siber Merebak: Pembelajaran Preventif Masyarakat Kunjungan Mahasiswa MBS UIN Syahada Sidimpuan ke UMKM: Memahami Proses Bisnis dan Pemasaran Digital

Pemuda

SKORSING MAHASISWA TANPA MEKANISME, DIKTI MUHAMMADIYAH KECOLONGAN

badge-check


					SKORSING MAHASISWA TANPA MEKANISME, DIKTI MUHAMMADIYAH KECOLONGAN Perbesar

Seiring merebaknya berita yang kian hangat terkait 9 Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Muhammadiyah kisaran dan 1 dosen tetap yang dipecat menjadi pengajar hanya karena 9 Mahasiswa dan 1 dosen itu meminta kepada pimpinan kampus untwuk memberlakukan pshycal distancing ditengah pandemic covid 19 yang tengah mewabah. Namun permintaan yang disampaikan melelaui aksi unjuk rasa (demonstrasi) itu berujung pada skorsing mahasiswa selama satu tahun (2 semester) dan dosen tetap yang dipecat secara tidak hormat.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Umum DPD IMM Sumatera Utara, Zikri Akbar “sangat menyayangkan hal ini terjadi, menurutnya pimpinan harus bijak dalam menentukan suatu sikap dan keputusan yang di ambil. Permintaan 9 mahasiswa untuk meminta kuliah secara online (daring) adalah merupakan sesuatu yang wajar dan bukan tanpa alasan, terlebih banyaknya perintah secara tertulis baik dari pemerintah pusat, Kapolri, serta Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk melakukan proses perkuliahan tatap muka diganti sementara dengan melakukan kuliah secara daring dalam upaya pemutusan penyebaran mata rantai virus yang sedang mewabah ini”.

Disisi lain, “zikri melihat banyaknya kejanggalan yang terjadi dalam proses skorsing 9 mahasiswa ini. Dalam pernyataan ketua yang ditandatangani oeleh ketua BPH dan ketua STIHMA ini menyatakan bahwa 9 mahasiswa ini sudah melanggar kode etik yang berlaku di kampus, yang menjadi pertanyaan sudah pernahkah kode etik itu disosialisasikan??, dan anehnya 9 mahasiswa ini diskorsing selama satu tahun tanpa di dahului oleh Surat peringatan, aneh tanpa ada Surat peringatan tiba-tiba langsung menjatuhkan skorsing. Aturan dari mana itu”, pungkasnya.

Menurut Zikri, “sesungguhnya polemik ini harus menjadi teguran bagi DIKTI Muhammadiyah sebagai lembaga otoritatif yang punya wewenang mengatur dan mengesahkan pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah, untuk benar-benar melakukan seleksi yang selektif agar kiranya tidak terpilih pimpinan yang tidak mengerti aturan dan mekanisme kampus. Potret Pimpinan kampus yang seperti ini sesungguhnya menunjukkan wajah DIKTI Muhammadiyah yang dianggap kurang selektif memilih pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah, jangan hanya karena rekomendasi dari PWM, lalu DIKTI dengan begitu mudah meng SK kannya tanpa ada proses fit and proper test dari DIKTI, inilah yang buat DIKTI jadi kecolongan dan mencoreng wajah DIKTI Muhamadiyah sebagai lembaga otoritataif”, ungkapnya.

Saya berharap “DIKTI Muhammadiyah harus segera ambil sikap dalam persoalan ini, karena hal ini menyangkut hajat hidup mahasiswa yang diambil haknya secara dzalim dan terang benderang dan disisi lain jika persoalan ini dibiarkan berlarut dan tanpa solusi, kita khawatir akan banyak masyarakat yang tidak percaya dengan pendidikan di muhammadiyah Khususnya Perguruan Tinggi Muhammadiyah”, tutupnya.

Print Friendly, PDF & Email

Baca Lainnya

HMJ-EP UMSU Menorehkan Prestasi yang Membanggakan

11 Juli 2024 - 21:58 WIB

HMJ-EP UMSU Menorehkan Prestasi yang Membanggakan

Pemilu 2024 Kian Dekat, Zulham Pardede Titip Pesan Kepada Semua Kader & Pj Gubernur Sumut

2 Februari 2024 - 00:10 WIB

Muhammad Syarif Lubis Terpilih Sebagai Ketua PWPM Sumut Periode 2023-2027

31 Desember 2023 - 15:27 WIB

FGD Kawal Suara Rakyat, Survey Gibran Cawapres Paling Intelektual

22 November 2023 - 01:07 WIB

Donasi Untuk Palestina Terkumpul 30 Juta Rupiah, PC IMM TAPSEL-SIDIMPUAN Serahkan Melalui PDM Padangsidimpuan

8 November 2023 - 06:34 WIB

Trending di News