Menu

Mode Gelap
Kasus Pembakaran Rumah Sempurna Pasaribu di Tanah Karo: Polda Sumut Tambah Tersangka Baru Polri Gunakan Teknologi Canggih untuk Seleksi Akpol 2024 Terungkap! Identitas dan Peran 2 Eksekutor dalam Pembakaran Rumah Sempurna Pasaribu Rektor UM Tapsel Kukuhkan 146 Guru Profesional, Kepala LLDIKTI Wilayah I: Jangan Berbisnis Apapun Di Sekolah Kejahatan Siber Merebak: Pembelajaran Preventif Masyarakat Kunjungan Mahasiswa MBS UIN Syahada Sidimpuan ke UMKM: Memahami Proses Bisnis dan Pemasaran Digital

Artikel

Mahasiswa Moderat Kini dan Nanti Dalam Narasi Kontra Extremisme

badge-check


					Elida Sari Harahap Peserta DIKLATPIMNAS II Tahun 2021 Delegasi IAIN Padangsidimpuan (Penulis) Perbesar

Elida Sari Harahap Peserta DIKLATPIMNAS II Tahun 2021 Delegasi IAIN Padangsidimpuan (Penulis)

Era digitalisasi sekarang ini Indonesia beranjak menuju kemajuan secara global.

Salah satunya revolusi industri 4.0 bahkan akan memasuki era society 5.0 dibuktikan dengan kemajuan dibidang teknologi.

Teknologi juga memberikan dampak yang signifikan terhadap kemajuan peradaban manusia.

Sehingga, segala bentuk informasi mudah untuk di akses dan masih banyak lagi kemudahan dalam menggunakan teknologi.

Meskipun demikian, disamping ada kemudahan dalam penggunaan teknologi, namun mengandung hal negatif juga.

Salah satu dampaknya dapat merusak moral para generasi penerus bangsa, jika tidak bijak dalam menggunakannya.

Kemudian, era digitalisasi sekarang banyak informasi yang tidak valid (hoax), bahkan informasi yang tidak memberikan edukasi.

Sehingga  dapat merusak moral generasi, misalnya mengakses pornografi dan konten-konten yang bersifat negatif, karena itu dapat mengubah perilaku generasi menjadi konsumerisme.

Bukan hanya itu, era digitalisasi sekarang sudah marak praktek prostitusi online, ujaran kebencian, penggunaan narkoba, terlebih banyak juga beredar informasi yang  mengandung ideologi-ideologi radikal dan ekstrim yang bersifat sekular.

Sukuisme, Chauvinisme, Primordialisme dan Ektremisme

Indonesia memiliki banyak kekayaan, salah satunya suku dan ras. Akan tetapi keberagaman tersebut tidak jarang menuai perpecahan dikalangan umat beragama, sehingga dapat mengancam persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bahkan Sukuisme, chauvinisme, primordialisme dan ektremisme adalah sikap yang dinilai bisa mengancam keutuhan suatu bangsa.

Sebab sukuisme suatu paham yang memandang suku bangsa sendirilah yang terbaik, dan melihat rendah suku bangsa yang lain. Artinya suku yang diyakininyalah paling benar.

Disamping itu, chauvinisme juga memiliki paham yang mengangung-agungkan bangsanya sendiri secara berlebihan, sedangkan primordialisme merupakan paham yang memandang bahwa daerah asalnya paling baik dari yang lain.

Terlebih, paham ektremisme mempunyai keyakinan yang sangat kuat terhadap sebuah pandangan yang melampaui batas kewajaranan, kendatipun bertentangan dengan hukum.

Paham tersebut sangat ekstrim terhadap agama, dan tatanan politik. Ektremisme biasanya berujung pada suatu tindakan yang radikal berupa kekerasan seperti melakukan teror terhadap penganut agama lain.

Isu Radikalisme merupakan topik yang sedang hangat diperbincangkan dalam berbagai kesempatan, dikarenakan radikalisme menjadi perhatian penting bagi umat beragama.

Adapun gerakan radikalisme maupun terorisme secara historisitas sangat panjang untuk didiskusikan, akan tetapi tidak saja untuk penganut agama Islam, bahkan menjadi masalah semua agama.

Karena itu radikalisme berakar pada mazhab keagamaan tertentu, berakar pada suatu aliran dan mazhab cenderung menyempal mainstream masyarakat .

Print Friendly, PDF & Email

Baca Lainnya

Food Estate dan Kesejahteraan Masyarakat

30 Mei 2024 - 13:51 WIB

Husni Mubarak Mahasiswa Program Doktoral Ilmu Ekonomi USU/ Penulis/ Ist

Kunjungan Kapolres Madina ke Pantai Batu Ruso Tabuyung: Dorong Peningkatan Pelayanan Wisata

14 April 2024 - 21:00 WIB

Empowerment IMMawati: Meningkatkan Kapasitas dan Pengaruh Untuk Kesetaraan Gender

1 April 2024 - 22:01 WIB

Karakter Menjadi Puncak Akhir Pendidikan

3 Februari 2024 - 20:44 WIB

Kontroversi Boikot Produk Menjadi Konflik Nasional

21 November 2023 - 13:43 WIB

Trending di Artikel