Mahasiswa Moderat Kini dan Nanti Dalam Narasi Kontra Extremisme

Warta1245 Dilihat

Faktor Penyebab Munculnya Ektremisme

Ada beberapa faktor yang menyebabkan munculnya ektremisme, pertama pemahaman yang sempit dalam beragama.

Fenomena yang terjadi saat ini banyak ditemui dalam mengekspresikan keagamaan yang muncul dari sebagian umat Islam tampak kurang bijaksana, kaku, dan ekslusif dalam beragama.

Sehingga mengakibatkan agama Islam itu sangat angker, ektrem, tidak ramah, dan diskriminatif diruang publik. Sehingga muncullah istilah Islam phobia.

Idealnya, Islam merupakan agama yang penuh kasih sayang yaitu rahmatanlilalamin yang menebar rahmat bagi seluruh alam semesta.

Kedua, paham radikalisme juga mengusung ideologi revivalisme yaitu keinginan yang kuat untuk mendirikan negara Islam atau daulah Islamiyah seperti khilafah, darul Islam, dan imamah.

Varian-varian seperti inilah pada hakikatnya menjadi rumit  untuk menciptakan negara yang harmonis, rukun dalam masyarakat.

Korelasi antara moderasi beragama dengan paham radikalisme terletak pada sikap  yang seimbang dan adil, artinya dengan sikap yang memprioritaskan keadilan, penghormatan, dan pemahaman realitas perbedaan ditengah-tengah masyarakat.

Menyikapi hal tersebut salah satu cara untuk mencegah paham radikalisme adalah dengan memberikan edukasi kepada masyarakat melalui bantuan generasi muda.

Generasi muda adalah mereka para penerus perjuangan bangsa dalam menyongsong era keemasan Indonesia 2045.

Pada tahun tersebut tepatnya 100 tahun Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Karena itu diprediksikan akan memperoleh bonus demografi sekitar 70% dalam memasuki usia produktif yaitu usia antara 15 tahun sampai 64 tahun.

Indonesia dapat memanfaatkan bonus demografi tersebut dalam rangka peningkatan kualitas generasi dan pencegahan perilaku yang berujung ektremisme keagamaan.

Oleh karenanya, dibutuhkan suatu langkah stategis dalam memberikan pemahaman tentang moderasi beragama kepada mahasiswa.

Karena Mahasiswa merupakan generasi sasaran stategis dalam pencegahan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *