Meneropong Pemuda Hari Ini, Menjadi Kaca Mata Masa Depan Bangsa

Narasi1324 Dilihat

Meneropong Pemuda

Kali ini penulis meneropong pemuda hari ini tepatnya pada dekat-dekat ini banyak terjadi aksi demonstrasi yang di lakukan oleh pemuda terkhusus mahasiswa akibat di karenakan banyak keresahan dan kemelencengan yang di lakukan pada jajaran pemerintahan Jokowi.

Setiap waktu ada saja datang konflik di negara kita yang belum lama muncul lagi sebuah mahasiswa yang sedang demonstrasi di pukul dan di banting oleh aparat, di culi dan lain-lain, lalu beeranjak ke pemerintahan bisa kita katakan konfliknya adalah dari masalah korupsi sampai masyarakat yang kelaparan masih saja ada di negara kita, konflik itu terus saja ada silih berganti.

Aksi yang di lakukan mahasiswa saat ini tidak bisa di salahkan namun ini semua menjadi pr bangsa dan juga pr kita semua masyarakat Indonesia.

Dalam keadaan arus saat ini dalam pemuda di harapkan dapat berperan menjawab permasalahan yang hadir dan menjadi jawaban atas pertanyaan dari permasalahan itu.

Tipe Pemuda

Saya melihat ada dua tipe pemuda hari ini secara pengetahuan dan pengamatan saya, yang pertama pemuda gelembung dan kedua pemuda gelombang.

Pertama, Pemuda gelembung  artinya dia hanya bisa bergerak di tempat lalu terapung mengikuti arus keadaan seperti layaknya gelembung yang di giring oleh angin yang lemah, jika angin yang kencang menghantam gelembung akan pecah.

Pemuda khususnya mahasiswa saat ini bergerak mengadakan aksi turun kejalan pergi ke Gedung istana, dprd-dpr, orasi pidato di tengah jalan depan Gedung dpr atau istana mereka sampai kan dengan lantang dan hebat.

Namun setelah itu tutup buku, tidak mencari dan memikirkan Langkah solutif selanjutnya.

Kedua, pemuda gelombang artinya ia selalu bergerak ke depan tiada hentinya, di dalam gelombang tersimpan energi dorong yang kuat untuk siap mengahantam terumbu karang yang menghalangi gerak majunya.

Kemudian begitu pula pada pemuda yang melakukan aksinya seperti gelombang, aksi turun kejalan adalah Langkah pertama, Langkah kedua, ketiga untuk terus maju mencari dan memikirkan solusinya agar terencana dan berjalan dengan baik tersistem serta terstruktur menjalankannya karena itu butuh sebuah perencanaan yang matang.

Ali bin abi thalib pernah memberi pesan kepada kaumnya pada saat itu yang sampai saat ini masih hangat di telinga kita karena kebermanfaatan yang bisa kita raih dari kalimat tersebut yaitu “kebenaran yang tidak terorganisis, akan kalah dengan kebathilan yang terorganisir”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *