Upaya Penguatan Intelektualitas Mahasiswa

Warta553 Dilihat

Peran Intelektual

Pertama: Penguatan ideologi. Ideologi merupakan landasan berpikir dan landasan bergerak. Ideologi mempunyai tujuan yang bersumber dari masa lalu atau tujuan sejarah dan tujuan kemanusian.

Ali Shariati menyebutkan ideologi mempunyai 4 sifat, yaitu kritis, mandiri, evaluasi dan pergerakan.

Sehingga penguatan ideologi harapannya mampu menjadi modal diri agar gerakannya sesuai dengan arah dan tujuan sehingga misi dan gagasn bisa tercapai.

Kegagalan ideologi akan berdampak negatif pada diri sendiri dan orang lain secara luas. Kegagalan ideologi dan kurangnya basis keilmuan mampu menghadirkan problematika baru. Dalam artian ideologi yang gagal akan berimbas pada masyarakat.

Kedua, pengembangan nalar Intelektual. Ada beberapa hal yang harus dilakuakan untuk mengembangkan intelektual seperti diskusi, membaca buku, menulis, melakukan riset dan lain sebagainya.

Pada realitanya banyak yang hanya asal-asalan, maksudnya adalah ada orang asal diskusi saja, asal baca buku saja, asal ini dan itu. Seharusnya Seorang intelektual harus memiliki kekhususan terhadap sesuatu hal tanpa meninggalkan yang umum.

Ust. Dr. H. Ahmad Wijayanto, MA dalam kajian yang berjudul “TUGAS CENDEKIAWAN MUSLIM” pada kanal youtube PAI UMY mengatakan seorang intelektual harus spesialis tapi juga harus generalis.

Maksudnya adalah tahu banyak dari sedikit hal berarti spesialis dan juga harus generalis, tambahnya.

Disisi lain, seorang intelektual juga harus mengembangkan dan mengaktifkan fungsi kepala dan dada, maksudnya adalah harus mampu menyelaraskan antara pikiran dan hati sehingga pada praktiknya tak ada yang tumpang tindih.

Ketiga, pengamalan. Pada dasarnya ilmu yang kita miliki akan lebih bermakna Ketika bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain, nafi’un li ghairih. Bak ilmu tanpa amal seperti pohon tak berbuah.

Bagaikan seorang direktur film, kita harus mampu menjadi pemberi arah pada masyarakat yang ada, harus tahu dan kenal dengan baik mengenai kondisi, tipe dan realitas yang ada pada masyarakat tersebut.

Harapannya intelektual mampu membantu masyarakat agar berkembang lebih cepat dengan cara mengenalnya, mempengaruhinya, dan mengaktifkan fungsi dan hubungan sosialnya.

Lebih jelasnya adalah mengenal sejarahnya, masa saat ini, keinginannya, kehidupannya dalam kata lain kita harus mampu membaca realitas sosial yang ada.

Kemudian mempengaruhinya dengan gagasan ataupun wacana yang telah terbentuk sedemikian rupa menggunakan analisis sosial bersifat objektif.

Selanjutnya mengorganisir masyarakat agar dapat berkembang pada tatanan kehidupan yang baik, sehingga masalah masalah sosial dapat selesai dengan baik.

Manusia tidak ada yang sempurna lakukan saja yang terbaik. Ikhtiar dan tawakal.

saipul Haq

saipul haq (Anggota Bidang RPK IMM FAI UMY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *