Cerpen || Memudarnya Inai Sang Calon Pengantin Oleh Khairil Ahyar Harahap

Warta755 Dilihat

“Akmal…terima kasih untuk semua ini,perasaan mu tidak lah salah,karena semua itu anugerah dari Allah,mencintai bukan lah kesalahan namun memiliki harus lah dengan cara yang shahih”humairoh pun berlalu meninggalkan akmal dengan menangis disudut pipinya,ia tak kuasa menahan tangis dimana sebenarnya kedua nya memiliki rasa kekaguman sejak dari dahulu walau dahulu penuh dengan rasa persahabatan.

Terdengar kabar bahwa buya hasan akan menerima pinangan dari anak saudagar kaya bernama halim anak dari saudagar muslim.perjamuan makan malam pun di suguhkan oleh keluarga besar Buya hasan Atas kedatangan saudagar muslim.namun humairoh tak beranjak dari kamar pun ia mendengar kan semua seluk beluk cerita antara buya nya dengan pak muslim,bahwa pertunangan akan segera dilakukan antara humairoh dan halim.selepas itu humairoh bergegas untuk melaksankan sholat isya,selesai melaksanakan sholat isya humairoh pun bermunajah kepada Allah”ya Allah,jalan mana yang hamba tempuh,hamba tak ingin melanggar kehendak buya,apapun yang menjadi ketetapan nya tidak boleh dilanggar,namun apa yang telah Engkau hadirkan lewat mimpi mimpi ku dan rasa kekaguman ku pada seorang pemuda yang hadir dimimpi itu apa itu menjadi sebuah petunjuk,semoga ketetapan dan jalan Mu lah yang menjadi jalan hidup ku..Aamiin ya Arrohamarohimin”humairoh mengakhiri do’anya dengan mata yang sembab seraya menangis.

Seketika itu juga humairoh pun di suruh keluar dari kamar seraya buya hasan memperkenalkan kepada pak muslim dan halim yang akan dipertunangkan dan segera akan dinikahkan dengan humairoh.sungguh halim merasa terkesima memandang kecantikan humairoh yang belum terlihat olehnya pada gadis gadis lain,alis yang seperti semut berbaris hidung yang begitu mancung mata yang sayu dan bibir yang tipis menambah kecantikan makhluk ciptaan Allah itu.

Pertemuan itupun sekilas hanya beberapa menit saja kemudian humairoh masuk kekamarnya kembali,dan penetapan hari pertunangan antara halim dan humairoh akan segera dilaksanakan yakni 15 jumaidil awal atau bertepatan pada 8 september akad ijab kabul akan segera dilaksanakan.disisi lain akmal tak henti hentinya membaca Al qur’an dirumah nya karena ada pelarangan buya hasan untuk tidak sholat di surau dan kegiatan mengaji semuanya dilaksanakan dirumah.

Dikediaman rumah buya hasan ada seorang nenek nenek menghantar kan tapai pulut hitam,dan pembantu di rumah buya hasan yang bernama bik ijah menaruh tapai itu dimeja makan,kebetulan humairoh sangat suka tapai.

“Bik ijah..ini tapai dari siapa,”
“Ada tetangga yang menghantar tapai itu seorang nenek,kalau humairoh suka biar bibik ambil kan”balas bik ijah.
“Biar humairoh ambil sendiri bik,aduh…enak nya tapai nya bik serasa manis,baru kali ini humairoh merasakan tapai semanis ini bik”ucap humairoh sambil menikmati sesendok demi sesendok tapai tersebut.

Kabar ingin ditunangkan nya humairoh dengan halim pun telah sampai kepada akmal,dari buk aini kepada akmal.akmal hanya tersenyum dan tak bisa berkata apa apa tapi setelah kabar itu diterima akmal pun pergi dari rumah,pak syamsul dan buk aini pun tak tahu kemana akmal pergi dan kenapa sifat akmal berubah saat ia menerima kabar pertunangan humairoh hal ini menjadi pertanyaan besar bagi ibu dan ayah akmal.

Keesokan harinya terdengar berita humairoh sedang sakit,humairoh batuk darah,betapa paniknya buya hasan karena hari pertunangan humairoh paling lama tiga hari lagi namun humairoh didera sakit yang cukup parah.pernah ketika rasa yang begitu cukup parah humairoh menyebut nama akmal.

Begitu marahnya buya hasan kenapa humairoh menyebut nama nya.beberapa cara sudah ditempuh untuk mengobati humairoh dengan tenaga medis,kalau tenaga medis mengatakan humairoh terkena tuberclosis,namun apa yang melatar belakangi humairoh mengidap penyakit TB.kemudian di lanjutkan kepada pengobatan tradisional,humairoh disuruh minum air kelapa muda sebanyak tiga buah kelapa betapa anehnya yang keluar tapai ketan(pulut)yang pernah ia makan beberapa hari yang lalu,sang dukun pun mengatakan Bahwa humiroh termakan racun.

Betapa kaget buya nya bahwasanya humairoh termakan racun atau orang kampung disini menyebut racun santo.ada satu permintaan humairoh pada buya nya ketika ijab kabul nanti tolong hadirkan dan undang lah akmal ke acara tersebut dengan berat hati buya hasan menuruti kemauan putri semata wayangnya itu,untuk mengundang akmal.namun buya menuruti apa yang menjadi kehendak putrinya.

Tiba lah hari yang bahagia bagi keluarga buya hasan dan pak muslim mereka akan menjadi besan karena kedua keluarga ini sama sama keluarga yang terpandang.dengan menikah kan humairoh dan halim maka akan semakin terpandang lah keluarga ini.humairoh sudah di hias oleh penata rias pengantin.

Wajah nya tetap cantik namun terlihat sayu dan pucat karena ia belum sembuh total sesekali humairoh batuk dan sedikit mengeluarkan darah. Mempelai pria sudah lah datang,karena ada perubahan dimana hari ijab kabul akan dilaksanakan sekaligus hari resepsi pernikahan.

Akmal pun tampak memenuhi permintaan dari humairoh untuk bisa hadir dalam acara tersebut akmal memakai kemeja coklat memakai peci dan celana biru kehitam hitaman ia merasa terpaksa menghadiri ini semua,mana mungkin ia rela melihat wanita yang ia kagumi harus menikah dengan laki laki lain walau memang rasa ikhlas harus tertanam didalam hati akmal karena ia yang faham dalam beragama kesemuanya itu adalah sebuah takdir dari Yang Maha Kuasa.

Mulailah acara ijab kabul dimulai namun humairoh meminta untuk sholat dua raka’at terlebih dahulu sebelum ia keluar dari kamarnya. Setelah selesai sholat dua raka’at humairoh pun keluar dari kamarnya semua tamu yang hadir pun terkesima melihat wajah humairoh yang memang begitu cantik sebelum pun di hias seperti ini.

Humairoh pun duduk berdampingan dengan halim,di sana telah duduk tuan kali (KUA),Buya hasan,pak muslim dan para saksi beserta tamu undangan yang telah berkenan hadir.

Bapak rusli sebagai tuan kali sudah menanyakan kesiapan kedua belah pihak baik itu pihak laki laki dan perempuan. Mata humairoh tertuju pada akmal yang hanya tertunduk seakan tak ingin menyaksikan moment sakral antara humairoh dengan halim.

Ketika tangan buya hasan bersalaman dengan halim untuk memulai acara prosesi ijab kabul semua mata orang yang menjadi tamu undangan tertuju pada moment sakral itu namun apa yang terjadi seketika itu humairoh jatuh pingsan dan tubuh nya yang tadi duduk kini terkapar jatuh terkulai lunglai di karpet dimana prosesi ijab kabul yang akan dilaksanakan.

Betapa terkejutnya semua hadirin yang hadir,tanpa basa basi apa apa akmal pun datang menghampiri,seakan ia tak takut lagi akan dosa karena menjamah perempuan yang haram tersentuh oleh jari jarinya secara spontan berkata

“humairoh….ada apa dengan mu humairoh…kenapa kau jatuh pingsan seperti ini…kau tak boleh pingsan,ini moment terindah dalam hidup mu humairoh,,”dengan berderai air mata dan mulut terbata bata akmal memangku humairoh yang tergeletak tak sadar kan diri buya hasan hanya terdiam menyaksikan itu semua begitu juga dengan halim dan pak muslim beserta tamu undangan yang hadir.

Teman humairoh yang menjadi tamu undangan bernama dayah yang bekerja sebagai perawat pun sigap menghampiri humairoh dan memeriksa denyut nadi nya,denyut nadi nya tak begitu kencang.

Humairoh sempat berkata “wahai Allah Yang Maha Menghidupkan dan Mematikan setiap insan di muka bumi,ambil saja nyawa ku,karena aku tak mungkin hidup bersama seorang calon imam yang tak kucintai,ada lelaki yang hadir dalam tiap mimpi ku,yang pernah hadir mengijab kabul ku dalam akad yang suci,begitu indah dalam mimpi yang kau hadirkan ya Robbi,akmal,ijinkan aku pergi meninggalkan mu karena aku tak ingin dimiliki oleh laki laki yang lain kau begitu sabar menghadapi tuduhan tuduhan yang tak terbukti dan menjaga kesucian hati dan pandangan mu,selamat tinggal akmal,lelaki yang hadir dalam mimpi ku,selamat tinggal abi yang selalu menjaga anak perempuan mu ini,ikhlaskan kepergian ku menghadap Sang Khaliq pemilik cinta yang hakiki,,Asshadu’ala illa ha illa Allah wa ashadu ana muhammadarosullullah”humairoh pun menghembuskan nafas terakhirnya tepat dipangkuan akmal.

Merasa bersalah buya hasan meminta maaf dan memeluk akmal dengan nada suara yang sangat bersalah “Mal..maafkan buya,yang telah salah faham dengan mu.sebenarnya kamu tidak bersalah mal,buya yang salah sangka kepada mu,maaf kan buya akmal..maaf kan buya,humairoh sudah tiada mal,,anak bapak sudah tiada lagi didunia ini”tangis dan ucapan lirih dari mulut buya hasan menangisi putri kesayangan nya itu.

Semua masyarakat pun segera melaksanakan proses fardhu kifayah humairoh buk aini dan pak syamsul pun turut datang melayat dan berduka cita sedalam dalamnya atas meninggalnya humairoh begitu juga masyarakat semua nya silih berganti datang melayat dan berbela sungkawa atas meninggalnya humairoh.

Humairoh dimakam kan di pemakaman keluarga milik buya hasan sendiri, setelah melewati tahap demi tahap fardhu kifayah akhirnya jenajah humairoh disemayamkan terpukul sangat buya hasan tak kuasa menahan rasa sedih begitu juga akmal serta keluarga halim dan juga pak muslim turut bersedih akan kepergian calon menantu mereka yang tak sempat bersanding dengan halim.

Selepas semua proses pemakaman selesai,keesokan hari nya akmal pun berniat meninggalkan kampung nya walau tawaran untuk menjadi guru mengaji kembali datang dari buya hasan tapi akmal menolak itu semua.

Sanggahan juga datang dari ayahanda akmal yaitu pak syamsul dan ibunya namun tekad nya untuk meninggalkan kampung halaman nya sudah lah kuat,ia pun bergegas dan mengumpulkan persiapan untuk menjadi seorang musafir yang tak tahu kemana arah dan tujuan yang hendak ia tuju.
“Wahai humairoh…

Kampung ini tak akan lagi menjadi tempat singgah ku,aku akan meninggalkannya bersama kenangan yang begitu banyak.bunga yang mekar dan bunga idaman ku tak kan pernah sama dengan bunga yang akan ku kenal selama didunia ini,kampung ini akan terasa sunyi tanpa hadir mu buat apa aku berada disini bersama semua kenangan,aku akan menjadi musafir yang ketika panas terik aku akan kepanasan dan bila malam menjelma aku akan merasa kedinginan dalam hening malam..
Tenanglah disana wahai humairoh..
Suatu waktu nanti aku juga akan menghadap Sang Khaliq dengan cinta yang damai”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *