Jati Diri Maluku Yang Hilang Oleh Leonard Manuputty

Warta1678 Dilihat
Itulah salah satu keunikan dari beberapa tarian asli dari Maluku.

Seiring perkembangannya beberapa tarian yang ada di Maluku mengalami kepunahan bahkan ada yang sudah tidak ada lagi dan tidak tau sejarah tarian tersebut.

Kalau bisa dibilang memang miris ketika Maluku yang memiliki hasil alam dan kombinasi budayanya yang dikenal dengan keunikannya semakin hari perlahan-lahan hilang termakan zaman padahal itu bagian dari beberapa identitas Maluku itu sendiri.

Tarian yang hampir punah tersebut yaitu, tarian pata cengkeh, tarian gala, tarian cakaiba, dan tarian kabata.

Tiga tarian terakhir selain pata cengkeh itu berasal dari Maluku Utara. Arti dari salah satu tarian tersebut yaitu tarian cakaiba memiliki makna yang unik karena dikombinasikan dengan hari raya agama Islam yang artinya berupa menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Pelestarian tarian adat asli Maluku harus kita junjung bersama khususnya masyarakat Maluku sendiri untuk masa depan masyarakat Maluku kedepannya karena bukti dari kecintaan terhadap daerah sendiri adalah menghargai adat-istiadat serta budaya lokalnya sendiri.

Masyarakat menghasilkan suatu kebudayaan melalui proses sosialisasi. kebudayaan selalu mengikuti keberadaan masyarakat.

Tidak ada satupun masyarakat yang tidak menghasilkan kebudayaan dan tidak akan pernah tercipta suatu wujud kebudayaan tanpa adanya masyarakat.

Namun, meskipun budaya diciptakan oleh masyarakat, budaya tersebut dapat pula mengendalikan masyarakat itu sendiri.

Sehingga masyarakat haruslah pandai dalam mengatur arah gerak dari kebudayaanya. Kesadaran budaya merupakan sikap positif manusia dalam menyikapi perbedaan-perbedaan yang ada dalam masyarakat.

Khususnya masyarakat Maluku tak terlepas pisahkan dari budaya lokalnya, setiap masyarakat Maluku dizaman tete nenek moyang dulu selalu menghargai itu sehingga menjadi identitas tersendiri dari mereka.

Identitas Maluku adalah adat serta budayanya, masyarakat Maluku dikenal dimata dunia sangat kental akan hal itu.

Pelestarian budaya, adat-istiadat adalah tugas kita bersama, perlu adanya kesadaran kolektif anak daerah sendiri untuk mencintai budaya lokal daerahnya sendiri. Sangat disayangkan kalau anak daerah sendiri tidak tau adat budaya daerahnya sendiri.

Salah satu untuk memupuk rasa kecintaan terhadap budayanya dengan menanamkan pembelajaran sejak dini terhadap setiap masyarakatnya, dengan cara apa?

Perlu dimasukkanya kurikulum yang berkaitan dengan mata pelajaran budaya lokal daerah Maluku, didalam mata pelajaran tersebut bab per bab nya berisikan kearifan lokal yang ada di Maluku sehingga mencakup kesuluruhan budaya serta ada-istiadat Maluku.

Hal itu sangat penting dan harus diterapkan, dengan menanamkan sikap cinta budaya lokal daerah maka ketika dia besar nanti hak-hak yang menjurus kepada hak adat istiadat tetap dijunjung dan selalu dilestarikan oleh setiap masyarakatnya.

Perkembangan zaman yang mengikis segala macam proses kecintaan terhadap daerah lokalnya sendiri, maka dari itu perlu metode yang kreatif dan inovatif untuk dihidupkan kembali adat serta budayanya.

Acap kali kekuatan terbesar ada pada arus modernisasi, karena kecanggihan teknologi membuat seseorang semakin hari melupakan adat istiadat daerah lokalnya, unsur budaya asing yang memicu integrasi sosial perlu pengontrolan diri dari masyarakat daerah tersebut untuk bisa selektif menerima dan memakai budaya luar yang tidak sesuai dengan budaya lokal.

Maka dari itu, kesadaran budaya perlu ditumbuhkan di dalam benak anggota masyarakat, kesadaran budaya menciptakan masyarakat menerapkan kearifan lokal dalam menghadapi perubahan zaman khusunya dalam globalisasi dan modernisasi, tanpa kearifan lokal proses modernisasi tidak akan berjalan dengan baik karena kearifan budaya lokal menjadi filter dari modernisasi dalam masyarakat.

Selain menumbuh kembangkan rasa kesadaran atas cinta budaya lokal Maluku, perlu implementasi penggarapan program demi menunjang hasil dari penerapan kesadaran tadi.

Membuat pameran kebudayaan, festival kebudayaan lokal asli Maluku yang dimana diperuntukkan terutama untuk masyarakat Indonesia terkhususnya masyarakat asli Maluku yang dimana memperkenalkan budaya Maluku baik yang sudah hampir hilang sampai kepada yang masih dikenal.

Pembuatan kegiatan tersebut diharuskan diberlakukan setiap bulan bahkan setiap tahun tinggal tentukan saja hal teknis terkait pelaksanaan tersebut dengan tema yang berbeda-beda, kegiatan tersebut tidak diperuntukan satu kali saja diharapkan dilakukan beberapa kali dalam setiap tahunnya agar menjadi kegiatan yang terus-menerus.

Perlu kegiatan-kegiatan tersebut untuk supaya kesadaran yang sudah ditumbuhkan tadi dapat dituangkan melalui festival atau pameran tersebut.

Kerja sama baik pemerintah terkait untuk menindaklanjuti hal tersebut, bilamana hal itu direalisasikan di Maluku maka masyarakat dari daerah lain akan tau dan akan melihat berbagai macam keberagaman budaya di Maluku, dan mereka pasti kagum melihatnya.

Selain hal tersebut, perlu adanya penghargaan tersendiri bagi budaya serta adat-istiadat lokal maluku dengan dibangunnya sebuah museum kebudayaan Maluku yang dimana disitu terdapat keseluruhan seni kebudayaan asli Maluku, baik dari seni musiknya, adat istiadatnya, musisi yang sudah mengharumkan Maluku, disitu semua harus ada.

Karena selain kota musik kita juga bisa sebut Maluku sebagai provinsi seni karena bakat disetiap masyarakat Maluku sebagian besar adalah seni.

Melalui program tersebut juga dapat menambah perekonomian maluku selain dari sektor alamnya dari sektor perkembangan sumber daya manusianya pemerintah harus melihat dan menumbuhkan minat itu lebih besar lagi.

Pemerintah harus melihat peluang-peluang ini demi membangun Maluku kedepannya. Selain peran serta pemerintah, perlu adanya masyarakat untuk menopang semua itu.

Satu hal yang saya ingin titipkan untuk mengakhiri penulisan ini apabila kebudayaan, adat-istiadat tidak dilestarikan itu tanda anda sedang menelanjangi diri anda sendiri sebagai masyarakat adat.

Melalui tulisan ini biarlah dalam bingkai NKRI mari kita bersatu untuk mempertahankan adat dan budaya kita, akhir kata saya mengutip bahasa latin “Ut Omnes Unum Sint” yang artinya biarlah kita menjadi satu, satu dalam perbedaan budaya, satu dalam keberagaman, dan satu dalam sikap serta perilaku kesadaran akan budaya lokal asli daerahnya tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *