Level Kepemimpinan
Menurut Jim Collins ada 5 level kepemimpinan yaitu Highly Capable Individual; Contributing Team Member ; Competent Manager; Effective Leader dan Great Leader. Dalam rangka mewujudkan kepemimpinan IMM Kota Medan yang progresif dan kolaboratif, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah harus mencapai level kepemimpinan terakhir yaitu Great Leader. Karena, seorang Great Leader telah mencakup keempat level sebelumnya. Kader IMM mampu menggunakan skill dan kompetensinya untuk berkontribusi pada program-program di organisasi, mampu melakukan kerjasama dalam internal maupun eksternal dengan objektif, mengorganisir tim serta mendidik dan mengarahkan tim untuk mencapai target besar yang ingin dicapai bersama serta memiliki kerendahan hati untuk menerima kritikan dan mengerjakan pekerjaan bersama-sama.
Dengan demikian kader-kader pengurus IMM Kota Medan harus mempunyai visi mulia ke depan, bukan serta-merta mengejar jabatan dan kepentingan individual tanpa membawa sebuah narasi dan aksi yang konkrit dan jelas.
Progresifitas Gerakan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), progresif berarti ke arah kemajuan yang berhaluan ke arah perbaikan keadaan sekarang. Itu berarti berbicara mengenai progresifitas adalah berbicara mengenai program kerja yang menjadi solusi dan dirasakan manfaatnya oleh orang lain dalam jangka waktu menengah dan jangka waktu yang panjang. Bukan lagi melakukan program-program warisan, program yang sifatnya monumental bahkan yang sifatnya formalitas, namun harus menimbang asas kebermanfaatan dan kebutuhan orang banyak.
Saya mencoba mengaitkan antara generasi Z dalam Teori Generasi dengan Generasi Z Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Jika merujuk pada Teori Generasi maka kader-kader yang lahir di atas tahun 1994 tergolong ke dalam kader-kader generasi Z. Kader-kader generasi Z ini dituntut untuk mampu dalam menghadapi perkembangan teknologi di era disrupsi ini.Tidak cukup hanya sampai disitu, tetapi dengan maraknya teknologi dan informasi diharapakan mereka mampu untuk beradaptasi dan turut mengambil peran di dalamnya. Tentu tidak hanya sebatas menggunakan berbagai teknologi yang sudah mapan tetapi mampu menciptakan gagasan dan pemikiran baru dalam mewarnai gerakan IMM kedepannya. Sebagai generasi Z, kader IMM dituntut untuk melakukan peran ini.






