Masifikasi Gerakan Kolaboratif Guna Menyongsong Gerakan Yang Progresif

Opini889 Dilihat

Pertama, sebagai konsumen yaitu penerima informasi dan pengguna teknologi. Generasi Z IMM harus mampu memilih, memilah dan menganalisis berbagai informasi yang ada, tidak serta-merta percaya dan menerima informasi dari satu arah saja. Selain itu, dengan mudahnya akses informasi sekarang harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Seperti akses untuk mendapatkan literatur atau referensi buku secara gratis, berbagai media pembelajaran dan wawasan dari website atau YouTube yang dapat membantu meningkatkan kapasitas intelektual para kader. Sebagai pengguna teknologi, para kader diharapkan harus cerdas dalam menggunakannya, tidak digunakan untuk kegiatan yang sia-sia dan tidak bermanfaat serta berlebihan. Sebagai contoh, digunakan untuk Tiktokan dan game yang membuat waktu terbuang sia-sia.

Kedua, sebagai produsen (creator) dimana generasi Z IMM harus kreatif-inovatif untuk memanfaatkan teknologi yang ada. Bagaimana alat komunikasi dan media sosial dijadikan sebagai sumber mata pencaharian, menyebar konten-konten yang bermanfaat melalui tulisan, audio ataupun video. Saat ini, apapun yang ingin dikembangkan oleh kader-kader IMM sangat mudah untuk diwujudkan sehingga sangat rugi apabila tidak dimanfaatkan secara masif.

Generasi Z IMM harus mampu menentukan untuk menjadi apa, dikenal sebagai siapa dan memberikan ide-ide kreatifnya untuk gerakan IMM kedepan. Bukan lagi menunggu arahan dan perintah dari pimpinan di atasnya, mereka harus menjadi inisiator dalam segala lini, memiliki kesadaran diri untuk terus meng-upgrade potensi diri sehingga kemudian bisa diaplikasikan di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Para generasi ini tidak hanya berhenti mendialogkan gagasan-gagasan mereka, tetapi mengupayakan perwujudan dari apa yang sudah digagaskan (Ahmad Soleh dalam IMM Autentik). Mereka ini adalah orang-orang yang multitalent mampu menjadi konseptor sekaligus menjadi aktor dalam ikatan. Untuk mencapai itu semua, kader-kader IMM gen Z harus menyemarakkan kembali ruang baca, menggalakkan ruang diskusi secara masif dan berkelanjutan sehingga gerakan IMM tidak mati dan menjadi organisasi yang menjemukan.

Kolaborasi untuk Kemajuan Bersama

Tidak akan ada organisasi yang bisa berdiri dan menjadi besar sendiri, individualisme dan egoisme hanya akan menjadi pintu gerbang runtuh dan matinya sebuah organisasi. IMM hari ini harus mampu berkolaborasi dengan semua elemen baik itu pemerintah, organisasi kemahasiswaan lainnya, masyarakat, amal usaha Muhammadiyah dan semua elemen yang bisa mendukung program yang akan dilaksanakan untuk kemajuan bersama. Bekerja sama tidak akan membuat sebuah organisasi dipandang lemah, tetapi justru ketika mampu berkolaborasi tujuan besar akan mampu dicapai dengan mudah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *