Menu

Mode Gelap
Kasus Pembakaran Rumah Sempurna Pasaribu di Tanah Karo: Polda Sumut Tambah Tersangka Baru Polri Gunakan Teknologi Canggih untuk Seleksi Akpol 2024 Terungkap! Identitas dan Peran 2 Eksekutor dalam Pembakaran Rumah Sempurna Pasaribu Rektor UM Tapsel Kukuhkan 146 Guru Profesional, Kepala LLDIKTI Wilayah I: Jangan Berbisnis Apapun Di Sekolah Kejahatan Siber Merebak: Pembelajaran Preventif Masyarakat Kunjungan Mahasiswa MBS UIN Syahada Sidimpuan ke UMKM: Memahami Proses Bisnis dan Pemasaran Digital

Artikel

Mindfulness untuk Kesadaran dan Penerimaan (Perspektif Psikologi Positif)

badge-check


					Ilustrasi Perbesar

Ilustrasi

Di tengah padatnya aktivitas dan rutinitas sehari-hari, terkadang kita lupa untuk menikmati kehidupan itu sendiri. Kita dituntut untuk melakukan segala sesuatunya dengan lebih cepat khususnya dalam hal pekerjaan. Adanya tekanan pekerjaan memang merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari, mulai dari pekerjaan yang banyak seakan tiada habisnya datang silih berganti. Ketika tekanan itu berlebihan maka dampak buruk terkait masalah tersebut adalah mudah stres bahkan dapat menyebabkan depresi. Terlebih di era digital dan pesatnya perkembangan teknologi saat ini, teknologi tidak hanya memberikan pengaruh positif tetapi juga pengaruh negatif.

Dalam banyak hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial atau tontonan di televisi dapat meningkatkan risiko mengalami masalah kesehatan mental. Kita mudah iri dengan apa yang ditampilkan di media, sehingga tanpa disadari membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Saat melihat orang lain lebih sukses, kita kemudian merasa rendah diri dan kurang bersyukur. Selain itu, media sosial juga sering digunakan sebagai tempat untuk menghujat orang lain. Risiko orang yang mendapat hujatan tersebut akan mudah mengalami depresi dan gangguan kecemasan pun akan turut meningkat.

Stres, depresi dan kecemasan tidak hanya bersumber pada apa yang telah dipaparkan di atas. Hubungan keluarga yang negatif dapat menyebabkan stres, berdampak pada kesehatan mental, dan menyebabkan gejala gangguan fisik. Seperti tindakan kekerasan ketika seorang anak mendapat tindak kekerasan dalam keluarga, tidak hanya fisik yang mengalami gangguan namun hal tersebut juga menyebabkan trauma masa kecil yang akan terbawa hingga dia dewasa apabila tidak ditangani dengan baik. Dari beberapa permasalahan yang disebutkan, mindfulness kemudian hadir serta diterima orang banyak.

Apa itu Mindfulness?

Mindfulness berasal dari Bahasa inggris, dari kata mind yang artinya pikiran dan full yang artinya penuh, jika digabungkan adalah pikiran penuh maksudnya disini adalah seseorang benar benar hadir, sadar, dan memberikan perhatian utuh ketika melakukan sesuatu atau berfokus pada momen saat ini sambil menerima dan mengenali segala pikiran dan emosi yang dirasakan. Mindfulness mampu merubah persepsi seseorang, mindfulness mampu membuat kesadaran terjaga sehingga tingkat perhatian yang dimiliki lebih tinggi.

Print Friendly, PDF & Email

Baca Lainnya

Food Estate dan Kesejahteraan Masyarakat

30 Mei 2024 - 13:51 WIB

Husni Mubarak Mahasiswa Program Doktoral Ilmu Ekonomi USU/ Penulis/ Ist

Kunjungan Kapolres Madina ke Pantai Batu Ruso Tabuyung: Dorong Peningkatan Pelayanan Wisata

14 April 2024 - 21:00 WIB

Empowerment IMMawati: Meningkatkan Kapasitas dan Pengaruh Untuk Kesetaraan Gender

1 April 2024 - 22:01 WIB

Karakter Menjadi Puncak Akhir Pendidikan

3 Februari 2024 - 20:44 WIB

Kontroversi Boikot Produk Menjadi Konflik Nasional

21 November 2023 - 13:43 WIB

Trending di Artikel