Masyarakat Menyebut Ahmad Dahlan Sesat Dan Gila.
Pada akhirnya langgar yang menjadi tempat Ahmad Dahlan mengajarkan ilmu agama dibakar oleh masyarakat kauman.
Banyaknya hujatan yang dijatuhkan kepada Ahmad Dahlan, berdampak pada semangat perjuangan Ahmad Dahlan, ketika langgarnya dibakar Ahmad Dahlan beranggapan bahwa ia tidak diterima oleh masyarakat dan menjadikannya ingin keluar dari tanah kelahirannya.
Namun hal ini ditolak oleh saudara dan muridnya, kemudian mereka menguatkan Ahmad Dahalan agar tetap mengajarkan ilmu agama.
Secara garis besar pemikiran Ahmad Dahlan terbagi menjadi dua yaitu:
Purifikasi: Upaya menyucikan ajaran agama Islam yang selama ini telah bercampur dengan Tahuyul, Bid’ah dan Khurafat (TBC).
Selanjutnya usaha pembaharuan dan mengajak masyarakat untuk keluar dari doktrin sesat yang kemudian dapat diterima oleh rasio.
Dalam berdakwah Ahmad Dahlan menggunakan media langgar dan pernah menjadi guru di Kweek School Jetis Yogyakarta.
Pendidikan yang dilakukan merupakan sebuah upaya penyadaran kepada masyarakat, bahwa bangsanya masih terjajah serta berada pada kejumudan beragama.
Dengan bekal pernah menjadi guru di Kweek School Jetis, murid-murid Ahmad Dahlan mengusulkan untuk mendirikan lembaga pendidikan serta lembaga pendukung dakwah Muhammadiyah.
Usulan yang diberikan tersebut, disambut baik oleh Ahmad Dahlan dan kemudian mendirikan Madrasah yang menggabungkan pelajaran agama dan pelajaran umum.
Lembaga pendidikan yang didirikan oleh Ahmad Dahlan bernama “Qismul Arqa” yang kemudian beberapa kali berganti nama dan saat ini menjadi Madrasah Muallimin Muhammadiyah dan Madrasah Muallimat Muhammadiyah Yogyakarta.
Semangat pembaharuan Ahmad Dahlan dalam bidang pendidikan didasari dengan semangat memberantas buta huruf dan kebodohan, jika hal ini sudah mampu diberantas, maka informasi melalui tulisan akan mudah diterima serta masyarakat akan lebih maju.
Kemudian pola pikir masyarakat yang awalnya statis dapat berubah menjadi dinamis yang kemudian menjadikan pendidikan sebagai skala prioritas dalam kehidupan.
Tidak berhenti dalam bidang pendidikan saja, pembaharuan Ahmad Dahlan juga merambah pada bidang sosial, pada bidang ini Ahmad Dahlan menekankan bahwa kita harus mengimplementasikan teori yang telah didapatkan ke ranah praksis (gerakan).












