Meneropong Pemuda Hari Ini, Menjadi Kaca Mata Masa Depan Bangsa

Narasi1333 Dilihat

Kemudia bisa kita kontemplasikan dalam perkataan ali bin abi thalib “bukan lah seseorang pemuda yang membanggakan bapaknya, tetapi pemuda itu adalah mereka yang menunjukan inilah aku” dalam kalimat terkhir kita bertanya-tanya sudah apa yang bis akita tunjukan sampai hari ini.

Sudah banggakah bapak sampai saat  ini memiliki kita ?

Bukan kalimat tersebut di jadikan sebagai keangkuhan, tapi coba lah kontemplasikan dalam kalimat tersebut mengajak kita untuk membuat suatru Tindakan yang berprestasi dan bisa di banggakan.

Imam syafi’I juga mengatakan “hidupnya pemuda itu adalah karena dua hal, pertama ilmu, kedua taqwa. Jikalau kedua hal tidak dimilikinya, maka sesungguhnya pemuda itu adalah mati”.

Jika dalam pernyataan imam syafi’I tersebut bahwa dua hal yang paten harus di miliki oleh seorang pemuda ialah ilmu dan takqwa, karena dua hal ini tidak bisa di pisahkan dari diri kita. Bagaimana halnya jika kita berilmu trapi tidak berakhlak sombonglah diri kita seperti fira’un dan akan melahirkan fira’un baru dan bersiaplah tenggelam ke dasar bumi. Kemudian taqwa tanpa ilmu tidak lah mungkin karena ketaqwaan lahir dari pemahaman yang dalam dan jelas.

Menuntut Ilmu adalah sebuah kewajiban setiap muslim, baik laki-laki atau perempuan, dan tidak ada Batasan umur dalam menuntut ilmu. Rosulullah mengatakan “tuntutlah ilmu sampai ke liang lahat” artinya di sini rosulullah mengatakan sekaligus menegaskan pada umatnya untuk tidak berhenti menuntut ilmu dalam usia berapapun.

Pribahasa juga pernah bilang “tuntutlah ilmu sampai ke negeri china” jika tadi yang di atas perkataan rosulullah mengartikan tentang usia atau umur , di sini pribahasa atau pepatah jika di hematkan kalimatnya tidak ada jarak yang membataskan kita untuk menuntut ilmu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *