Sebelum mendirikan Muhammadiyah, Pada tahun 1909 Ahmad Dahlan mengikuti organisasi Boedi Oetomo.
Tujuan Ahmad Dahlan memasuki Boedi Oetomo sebagai wadah semangat kebangsaan serta memperlancar jalan dakwah dan pendidikan Islam yang dilakukannya.
Pada tahun 1910 Ahmad Dahlan bergabung dengan organisasi jami’at al-khairat yang bertujuan untuk mengetahui perkembangan pemikiran yang ada di timur tengah.
Kemudian ketika Serikat Islam berdiri Ahmad Dahlan juga ikut serta sebagai anggotanya.
Dengan semangat pembaharuan dan sebelumnya telah memasuki beberapa organisasi, menjadi dasar Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah yang didirikan Pada 18 November 1912 M/ 8 Dzulhijjah 1330 H. Quran Suarah Al-imran ayat 104 merupakan dalil landasan Ahmad Dahlan dalam mendirikan Muhammadiyah.
Muhammdiyah didirikan bertujuan untuk melaksanakan cita-cita pembaharuan dan mengembalikan cara berpikir dan amalan masyarakat sesuai dengan ajaran Rasullah SAW.
Pada Masa awal berdiri, Muhammadiyah ditentang oleh masyarakat dan menganggap bahwa Ahmad Dahlan ingin mendirikan agamaa baru.











