Demikian pula pemimpin untuk Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kota Medan dengan harapan mampu merawat dan menjaga agar keberagaman tersebut tidak terkontaminasi oleh sikap ataupun sifat yang merugikan banyak pihak. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah sejak lahir hingga sekarang masih tetap melakukan pembaharuan mengikuti perkembangan zaman namun tetap pada koridornya. Dimulai dari tidak adanya akun media sosial hingga mempunya akun media sosial, mulai dari tidak aktifnya akun media sosial hingga aktifnya akun media sosial, mulai dari hanya menggunakan satu akun media sosial hingga menggunakan berbagai jenis media sosial, dan mulai dari yang awalnya tidak memiliki website resmi hingga akhirnya memiliki website resmi yang mudah untuk diakses dan dipahmi tak lain dan tak bukan adanya media sosial ikatan mahasiswa menggunakan dengan tujuan syiar dakwah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah.
Wujud Progresif dan Kolaborasi PC IMM Kota Medan
Kemampuan kolaborasi merupakan keterampilan dalam bekerja sama merupakan suatu hal yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat dalam kehidupan dewasa ini, karena hampir semua perilaku yang ada di masyarakat menunjukkan suku, agama, rasa, laki-laki dan perempuan, serta golongan . Untuk tetap mempertahankan dan menumbuhkan kegiatan tersebut diperlukan kerja kolaboratif, yang menekan adanya kerjasama saling kesepahaman, menghargai, tanggung jawab, dan penuh tenggang rasa. Kolaborasi digunakan sebagai paham dasar menghadapi era globalisasi yang penuh dengan tantangan dan persaingan bebas.
Pemimpin yang diperlukan yakni progresif dan kolaboratif yang mampu merawat, menjaga, memelihara keberagaman yang terdapat di setiap komisariat ikatan mahasiswa muhammadiyah se-kota medan. Menjadikan fokus utama adalah komisariat yang ada di kota medan menjadi sama besarnya, sama-sama berkualitas, berprestasi, sama-sama memiliki kuantitas yang akan memunjukkan bahwa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah itu ada dan besar. Pemimpin yang progresif haruslah mampu mensiasati keadaan yang ada di komisariat se-kota medan sehingga mampu pula mencari solusi yang akan digunakan apabila diperlukan. Hakikatnya pemimpin adalah sosok yang memang harus inovatif mampu berkolabosari dengan berbagai pihak demi kepentingan komisariat se-kota medan.
Kolaborasi nampaknya sudah menjadi kata serapan, yang terambil dari Bahasa Inggris collaboration, yang sering diartikan sebagai kerjasama. Namun ada kata lain dalam Bahasa Inggris yang juga diartikan sebagai kerjasama, yaitu cooperation (kooperasi). Kolaborasi dilakukan dengan tujuan membantu meringan tugas dari masing-masing pihak sehingga akan memudahkan dalam mencapai tujuan dan akan lebih indah jika kolaborasi ini di lakukan bersamaan tidak hanya dominasi oleh satu pihak saja.
Berbagai bidang yang ada pada struktur badan pimpinan harian di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah menunjukkan bahwa ikatan mahasiwa muhammadiyah memiliki kepedulian yang tinggi seperti contoh bidang immawati yang kalau dimaknai bidang pemberdayaan perempuan ini dimana memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas perempuan yang ada, membantu perempuan dalam mengasah kemampuan softskill, hardskill, dan lain-lain. Dengan adanya bidang immawati dipimpin oleh pemimpin yang inovatif dalam membuat kegiatan ataupun event yang berkualitas tidak hanya sekedar aktifitas yang bersifat monoton, namun kegiatan yang dimana seluruh immawati dapat mengamil peran dan mendapatkan peran aktif ditambah lagi dengan berkolaborasi atau bermitra dengan pihak swasta, pemerintah atau yang sejenisnya akan memperluas pasar kegiatan dan semakin memaksimalkan hasil yang didapatkan.
Keberagaman yang terdapat nantinya akan memperindah suasana “pemberdayaan perempuan” immawati ataupun perempuan yang mendapatkan perannya tentu akan menunjukkan siapa dirinya dan kemampuan yang dimilikinya yang bisa saja selama ini dia memendam dan menyimpannya namun dengan diberikannya peran immawati tersebut mendapatkan panggung dalam mengasah kemampuan yang dimiliki dan mendorong kemampuan tersebut. Kemampuan yang dimiliki imawati ini harusnya diolah dan diberdayakan apabila bidang immawati tersebut di pimpin oleh pemimpin yang memiliki kreativitas, progresif dan kolaboratif tentu tahu apa yang harus dilakukan.












